Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2011

MISS YOU (ALVIA)

hari ini Alvin bersiap-siap untuk pergi ke kampusnya, dengan memakai jas khusus mahasiswa universitas alvinoszta. Alvin begitu tampak sangat berwibawa dan berkarisma saat memakai pakaian itu. Sungguh sangat  mempesona. Dia bercermin di kaca sambil membenarkan gaya rambutnya itu.
“hmm.. udah keren, moga hari ini beruntung” kata dia bercermin dan berbicara pada dirinya sendiri. Kringg kring jam  yang ada di samping lemari tempat tidurnya bordering. Dia mengmbilnya dan saat itu ada angin kenvang yang berhembus kencang hingga menerbangkan semua kertas yang ada di meja kerjanya  dengan cermat dia mulai membereskan.
Dddrrrrrtttt… handphone Alvin bordering, ternyata itu dari deva
“haloo! Kenapa dev?” kata Alvin sambil membereskan kertas-kertas itu
“haloo vin, jangan lupa hari ini loe bawa kertas itu. Ingat jangan sampai lupa” kata deva di seberang sana
“iyaaa, loe tenang aja”
“buruan deh loe ke sini”
“ini bentar lagi.. tapi loe juga punya copy’an nya kan?’”
“iyyaaa sih, tapi puny aloe lebih rapi, yang ini cumanbuat cadangan”
“okee. Bentar lagi, gue usahain deh”
“sipppp” kata deva dan memutuskan sambungan telefonnya
Alvin sudah selesai membereskan kertas-kertas itu, tapi tiba-tiba apartementnya bergetar seperti ada gempa. Meja dan canhkir yang ada di situ bergetar. Dilihatnya ke arah jendela seperti ada meteor jatuh. Dengan segera dia mengambil kameranya dan memotron pemandangan yang sangat jarang terjadi itu.
Jepreettt jepreettt Alvin mengambil foto meteorjatuh itu. Di lihatnya di kamera itu tampak sangat jelas, dia pun melihat kembali jam tangannya. Sepertinya Alvin sudah mulai terlambat.
Alvin hanya berjalan kaki ke kampusnya, karena dia sedang berada di korea. Orang korea biasanya hanya berjalan kaki ataupun naik kereta api.
Di jalan Alvin melihat tempat meteor jatuh itu di tengah jalan raya. Sepertinya benda yang jatuh tadi begitu di jaga ketat pasukan khusus yang entahlah Alvin pun tidak tau itu. Jalan raya itu tampak hancur, dan banyak yang terlihat di situ adalah bulu-bulu, seperti bulu angsa putih mungkin. Karena Alvin terburu-buru dia menghiraukan kejadian itu.
Alvin terus saja berjalan dan dia melewati gang kecil yang sangat sepi. Saat melewati itu dia kaget dan lalu berhenti melihat seorang gadis cantik yang sepertinya sedang ketakutan dan lihat. Sepertinya ada sayap di punggungnya.
Gadis itu gemtaran, dia tertekuk dan wajah ketakutan begitu tampak. Alvin begitu penasaran dan mendekati gadis itu. Saatdi dekati, sayap gadis itu menghilang, dan sepertinya di sembunyakannya.
Alvin mulai mendekatinya dan mulai berbicara padanya.
“kamu kenapa sendiri?’’ tany Alvin pada gadis itu. Namun gadis itu tak menjawab
“siapa kamu, kenapa sendiri di sini, kamu tersesat” kata Alvin lagi, namun sama kea tadi. Tak ada jawaban dari Alvin.
“apa kamu mau ikut aku” ajak Alvin, dan kahirnya gadis itu pun mengangguk memberikan respon.
Alvin pun membopongnya menuju apartementnya kembali dan menghiraukan janji nya dengan deva tadi. Saat di gendong, Alvin begitu memperhatikan gadis itu, cantik sangat cantik
“cantik”  lirih Alvin tak sadar saat menggendong gadis itu. Sedagkan gadis itu hanya tersenyum tipis
@APARTEMENT
Alvin membaringkan gadis itu di kasur dan lalu dia mengambil kotak p3kdi lemarinya. Sepertinya gadis itu sedang demam dan kesakitan menahan luka yang ada di punggungnya.
“sivia, boleh aku manggil kamu sivia?” kata Alvin pada gadis itukarena dia bingung dengan nama gadis itu. Gadis itu sepertinya sedang tidur hingga dia menghiraukan kata Alvin tadi.
Dengan lembut Alvin membelai rambut sivia dan penuh kasih sayang. Sivia terbangun karena dia merasa ada yang membelai dia, dia bangkit lalu memandang ke arah Alvin. Mereka seperti salah tingkah dan menutupinya dengan senyuman indah masing-masing.
“boleh aku manggil kamu sivia?’’ Tanya Alvin lagi mengulangi pertanyaanya tadi. Sivia hanya mengangguk dan tersenyum lagi.
Alvin pun mulai mengobati luka sivia yang ada di punggungnya
“awwww” rintih sivia saat Alvin mengobati lukanya
“ehh maaf vi, tahan dikit yaaa” kata Alvin lagi
“ahhhh” rintih via lagi
“ya ampun, sabar vi, luka kamu dalam banget” kata Alvin yang miris melihat luka sivia yang lumaya cukup parah
“nahhh.. udah selesai. Sekarang kamu istirahat yaaa” kata Alvin lembut dan membaringkan lagi sivia ke kasur dan kembali ke dapur untuk mengembalikan kotak p3k.
Saat di tinggal Alvin, sivia bangkit dan memandang lekat punggung Alvin menuju dapur dan sivia melihat lihat keadaan sekitarnya. Dia tersenyum dan mungkin karena dia senang dengan kebaikan Alvin.
Dia pun kembali tesenyum dan berbaring di kasur itu dan mencoba memejamkan matanya. Sedangkan Alvin duduk di sofa dan melihat ke arah sivia dengan tersenyum.
“semoga kamu betah tinggal disini” batin lavin. Dia terlihat sangat senang. Alvin sudah mulai jatuh cinta pada gadis itu. Gadis yang iya beri nama sivia dan gadis yang iya temukan sedang ketakutan dan terluka, serta gadis yang pernah di lihatnya mempunyai sayap seperti bidadari yang biasanya iya lihat di tv.
“semoga kehadiran kamu bisa haous kesepian aku” kata Alvin pelan dan melihat kearah sivia yang berbaring di kasur. Alvin pun mulai mencoba tidur di sofa itu. Tidak mungkin kan dia tidur se kasur dengan sivia
***
Sementara itu, ada dua orang laki-laki berjas dan berpakain serba putih, kacamata hitam dan tongkat sedang berada di jalan gang sempit tempat Alvin menemukan sivia tadi. Mereka memeriksa tempat tadi dan menemukan sisa buku dari sayap sivia yang terjatuh di tempat itu. Nampak senyum licikyang adadi raut wajah sangar mereka. Selain menemukan bekas bulu dari sayap sivia tadi,mereka juga menemukan darh bekas luka sivia. Sepertinya dua pria itu berasal dari tempat yang sama dengan sivia dansedang mencari sivia.
***
Sivia,di pagi itu tampak begitu ceria, doa menari-nari kecil dan memegang benda-benda yang ada di sekitarnya dengan begitu ceria. Alvin terbangun ari tidurnya.sivia hanya memandang Alvin dengan senyuman dan wajah yang malu, begitu juga dengan Alvin.
“gapapa kok, ga usah malu vi,,. Anggap aja rumah kamu sendiri” kata Alvin sedikit malu dan mennggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum manis pada sivia.
“hmm” kata sivia mengangguk dan mulai kembali menari-nari sambil memainkan lampu yang ada di apartement itu
“viii..aku boleh naya sama kamu?” kata Alvin, sivia hanya ngangguk
“kamu dari mana, dan sepertinya kamu gak dari planet ini. Pertama kali aku liat kamu, di punggungmu ada sayap. Apa kamu jatuh bersama meteorite” cerocos alvinpanjang lebar. Sivia hanya  diam. Sepertinya dia ingin menjawab tapi tidak bisa, dan yang terlihat hany raut bingung sekaligus kecewa yang ada pada muka sivia.
“maaf vi, sepertinya akmu memeng ga bisa jawab” kata Alvin
“tapi, siapapun kamu dan dari manapun kamu bersal, Alvin yakin sivia adalah malaikat yang diturunkan tuhan untuk menemani Alvin” kata Alvin lembut dan memeluk sivia
“a.aa..ll..vin” kata sivia terbata dan mulai berbicara pada Alvin saat dalam pelukan Alvin tadi. Alvin kaget danmelepas pelukannya
“apa kamu bilang tadi vi?” kata Alvin kaget dan tak percaya sivia bisa berbicara
“Alvin.,, Alvin,,alvinn” kata sivia lagi
“ ya ampun sivia, aku senang banget kamu bisa nyu=ebut nama aku” kata Alvin gembira
“Alvin” dan hanya itu yang bisa sivia ucapkan.
Sepertinya sivia hanya mengeerti dengan apa yang di uca[kan Alvin, hanya saja dia tak bisa mengungkapkan dan bicara dengan bahasa yang Alvin.
Keadaan sivia sepertinya sudah mulai pulih, hamper dua minggu sivia berada di rumah Alvin dan Alvin pun selalu setia menemaninya, hari demi hari berlalu merka lalu bersama, mungkin tumbuh cinta di hati Alvin  dan sivia.
Malam itu,sivia sedang berdiri di balkon apartement Alvin. Sepetinya dia sedang memandang diamke arah bintang. Dari belakang perlahan Alvin berjalan dan mengagetkan sivia. Alvin memegang bahu sivia dansivia sontak agak sedikit kaget
“ehhh” kata sivia dengan tampang kagetnya.
“heeee..heee.. maaf kaget yaa?’’ kata Alvin. Svivia hanya mengguk dan melihat dengan tampang heran ke arah punggung Alvin. Alvin sedang memakai sayap palsu yang bikinan dia sendiri. Sepertinya Alvin tau dengan maksudtatapan Alvin.
“ini? Alvin tau pasti sivia kangen sama teman=teman sivia” kata Alvin dan mendapat anggukan dari sivia
“jadi Alvin sengaja makai ini biar sivia bisa ngilangin kangen sivia” sivia tersenyum kearah Alvin.
“Alvin sayang sivia. Sivia sayang Alvin” kata sivia. Kini dia sudah mulai nisa mengerti dan menggunakan bahsa yang sama dengan Alvin.
Alvin tersenyumsenangke arah siviadan menatap lekatsivia dengan lembut. Mereka mencoba memejamkan mata dan mulai mendekatkan muka mereka. Semakin dekat, sivia yang mersa aneh dengan keadaan ini membuka matanya dan memalingkan mukanya kea rah langit dan menunjuk bintang jatuh.
“ehh” kata sivia sambil menunjuk ke arah langit. Sementara Alvin hanya salah tingkah di buatnya.
“iayyyaaa.. ada bintang jatuh. Cepet buat permintaan vi” kata Alvin. Mereka berdua memjamkan mata dan masing-masing berdoa supaya doanya bisa terkabul
“semoga selamanya aku bisa sama kamu vi, aku gak mau kamu pergi, tetap di sini temani aku vi, maaf kalau selama ini aku jahat berdoa agar kamu tidak dapa pulang. Tapi semua karena aku cinta kamu sivia. Semoga selamnya bisa bersama” bathin Alvin
Alvin tersenyum dan menggenggam tangan sivia, merka berdoa meraskan momen-momen kebersamaan yang romantic seperti ini.
Alvin dan sivia memejamkan matanya,merasakan dinginnya malam dan hembusan angin. Terdiam dalam genggaman tngan yang erat. Saat Alvin dan sivia n=memejamkan matanya, sayap sivia mengembang dan menyelimuti Alvin dan sivia. Alvin mersakan kehangatan yang terjadi. Yapi dia tidak mau membuka matanya dan memboarkan hangatnya kasih sayang ini bisa hilanh brgitu saja. Malam itu begitu sangat indah.
***
Alvin tampaknya habis berbelanja dari pasar. Dia tersenyum n=berjalan ke arah pintu apartementnya. Alvin terkejut ketika  melihar pintu itu terbuka sedikit dan dari luar Nampak jelas apartementnya sangat berantakan. Dia segera masuk ke dalam dan begitu terkejutnya dia
Sivia, gadis yang sangat di cintainya sedang di ganggu oleh dua orang asing. Kelihatannya sivia Nampak todak bisa bergerak karena di ikat oleh suatu kekuatan yang bahkan lavin pun tidak dapat melihatnya.
“sivia” saivia hanya bisa diam. Dia tak berdaya melawan. Alvinmulai mendekat kea rah sivia dan berusaha melepaskan sivia dari dua orang asing itu
“lepaskan sivia” kata Alvin mulai melangkah tapi terhenti
“aargghh” kata Alvin yang mencoba menahan sakit akibat kekuatan orang itu. Sivia pun mulai menangis karena tidak tega melihatalvin begitu kesakitan samapi-sampai dia terjatuh.
“alviin,,” tangis sivia pecah.
Sivia begitu kesakitan dan sedih,dia mengeluarkansemua kemampuannya,saat sayap dia keluarkan semua kekuatan yang membelelnggu itu terlepas dari sivia dan Alvin., sivia begitu penuh dengan sinar. Cahaya menyelimuti tubuh sivia dan dia tersenyum lega kearah Alvin. Cahaya itu semakin menyilaukan mata Alvin dan dia sedikit menutupi matanya, saat itu sivia pergi dengan senyumnya dan menunggalkan Alvin.
Saat cahaya itu pudar, keadaan kembali seperti semula. Saat dimana pagi Alvin sebelum beertemu dengan sivia. Dia melihat kecermin dan kepalanya sakit. Dia meras kehilangan sesuatu yang sangat penting, tidak tau itu apa. Sesuatu yang kini membuatnya merassa bingung, Alvin sangat menyayangi itu dan merasa bahagia di moment itu, tapi entahlah,, dia hanya merasa itu dan tak mampu mengingat apa yang terjadi.
“aww” kata Alvin sambil memegang kepalanya. Di lihatnya ada bulu yang tergeletak di lantai, seperti bulu dari sayap sivia.
“sivia…” kata itu terlontar saja di benak Alvin. Alvin hanya mampu mengingat nama itu dan dia begitu penasaran dengan apa yang hilang dalam ingatannya.
Kejadian serupa saat pagi itu kembali terjadi. Saat jamnya bordering, kertas yang berterbangan dan telfon dari deva. Alvin merasa semua itu adalah de javu, kejadian yang pernah dia alami. Ddan dengan segera dia mengambil kamera yang ada di mejanya dan melihat isi kamera itu.
Hanya Nampak langit yang cerah tak ada meteor yang Nampak jatuh. Alvin menangis, dia sangat merindukan seseorang yang bahkan dia tidak tau wajahnya, hanya merasakan rindu yang mendalam.
“SIVIA” hanya itu yang dapat dia ingat dan dia yakin bahwa dirinya sedang merindukan orang itu.
“siapapun kamu dan dimanapun kamu, aku merindukanmu SIVIA” .
Alvin, setelah kejadian itu sia berusaha mengingatnya, bahkan sampai sekarang tak ada satu pun memori yang indah saat bersama sivia dia ingat. Tapi dia selalu mersa merindukan sosok itu.
SIVIA P.O.V
Setelah beberapa lama tersesat di dunia itu, akhirnya aku bisa kembali ketempat seharusnya aku berada. Saat ini aku memendang ke arah jendela kamarku. Memandang lurus arah luar dan memikirkan Alvin yang ada di sana.
Alvin, dia orang yang menelong ku saat tersesat di dunia itu, dia yang mengobati lukaku dan dia yang memberikan cintanya padaku.
Aku mengingat semua kejadian yang terjadi, mulai saat bertemu dia di sebuah gang kecil lalu dia menggendongku menuju rumahnya dan lalu mengobati luka ku itu. Saat dia berbicara padaku aku tak dapat menjawabnya karena aku tidak tahu harus bicara apa. Namun aku mengerti semua apa yangdi ucapkannya. Namaku ziza, tapi Alvin member namaku dengan sivia. Nama yang indah dan aku menyukainya, mulai sekarang pun aku meminta pada semua untuk memanggilku nama sivia karena hanya itu yang bisa ku bawa sebagai kenang-kenangan aku pernah bertermu Alvin
Alvin, maaf aku lancang mencintaimu dan dan maaf aku harus menghapus semua ingatanmu saat bersamaku. Biarkan hanya aku yang mengingat kenangan indah itu, aku tidak mau selamanya kamu terjebak dalam cinta yang tak tau bagimana akhirnya, kamu tidak boleh terpuruk dengan semua itu. Masih banyak gadis yang layak untukmu. Kita tidak mungkin bersatu karena dunia kita berbeda.
Alvin, aku merindukanmu… walau jauh aku selalu merindukanmu.
Cinta ini takkan pernah pudar
Sayang ini selamanya untukmu
Dan rindu ini takkakn pernah hilang.
-MISS YOU-
Okee.. gaje banget nih cerpen. Di jamin pada ga ngerti sama ceritanya.
Kalau mau ngerti, liatin video clipnya S.M The Ballad aja yang judulnya MISS YOU.
Kritik saran komen dan like di butuhkan. hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar