Cari Blog Ini

Selasa, 12 Juli 2011

DIVA HIDUPKU


Sedari tadi gadis itu hanya celinguk-celingak tak jelas, dia belum mendapatkan apa yang dia cari. Sebenarnya benda yang iya cari tidak begitu penting, hanya saja mungkin bisa menghilangkan perasaan bosannya. Dia sudah putus asa, mencari dimana kunmpulan rak yang berisi novel.
“ kok gak ada yah? Masa sekolah perpustakaanya cuman ada buku pelajaran?” dan akhirnya gadis itu berjalan menuju meja penjaga perpustakaan
“ mbak, ini kok saya dari tadi nyari kumpulan rak yang ada novelnya gak ada yah?”
“itu baru saja kemaren kami pindahkan kedalam gudang, cari saja di sana
“makasih ya mba” ucap gadis itu dengan disertai senyuman yang khas. Dan segera menuju gudang perpustakaan. Baru beberapa melangkah tiba-tiba saja penjaga perpustakaan itu memanggilnya lagi.
“hmm.. eh tunggu dulu, hey tungguu..hhmm ssii vi a, sivia iya sivia tunggu dulu,nama kamu sivia kan?” kata penjga perpustakaan itu terbata-bata karena dia belum mengetahui gadis itu, dan berusaha membaca nama siswa yang ada di seragamnya.
Gadis itu bernama sivia, gadis yang cukup cantik, manis sepertinya dia anak yang cukup pendiam, ramah dan anggun kalau dilihat dari penampilannya.
“iya mba ada apa?” jawab sivia dan kembali menuju meja penjaga perpustakaan tadi
“nanti kalau ada yang dating ke perpus mau minjem buku tolong bilangin tunggu sebentar yah, saya ada urusan dikit jadi pergi sebentar”
“iya baik mba”
***
Sivia kembali melanjutkan aktivitas dan tujuan dia dating ke perpustakaan. Dia mencari novel yang ada di dalam gudang pojok perpustakaan. Tampaknya gudang itu kurang terurus, gelap dan sedikit agak berdebu.
Saat mulai memasuki gudang itu, tanpa sengaja sivia tersandung sesuatu hingga membuat keseimbangannya goyah dan jatuh menimpa sesuatu lagi
“awww.. ehh..kok aku..aaaaaaaaaaa” sivia tampak kaget karena dia jatuh menimpa sesuatu yang membuatnya tak begitu sakit, sesuatu itu adalah seseorang.
“awwwww.. errgghh” sepertinya seseorang itu merasa tubuhnya begitu berat untuk bangun dan ternyata sivia masih berada di atas tubuhnya.
“aaaaaaaaaaaaaaaa” sivia terkejut lagi saat tau ternyata dia jayuh menimpa tubuh seorang laki-laki. Buru-buru dia bangun dan mukanya sepertinya terlihat sangat pucat, entah itu karena ketakutan atau terkejut.
“ammphhh..hummppp..” sepertinya laki-laki itu marah dan begutu terganggu denga teriakan dari sivia, hingga dia membekap mulut sivia
“diam!” kata laki-laki itu dengan dingin dan tatapan yang tak bisa diartikan. Sepertinya sivia langsung menuruti perkataan laki-laki itu dan mengisyaratkan dengan mengangguk pelan.
“maaf, tadi itu aku gak sengaja jadi kesandung kaki kamu terus itu aku jatuh” sivia begitu ketakutan, mukanya pun pucat dan mengeluarkan keringat dingin. Tapi laki-laki itu hanya menunjukkan wajah tanpa expresinya. Tanpa di duga, laki-laki itu melakukan sesuatu yang berhasil membuat jantung sivia seperti lari di kejar bayangan putih.
“gak usah takut gue bukan mayat hidup” laki-laki itu tetap saja berkata dengan wajah tanpa expresi sambil mengambil sesuatu di sakunya lalu mengusapkannya ke muka sivia yang berkeringa
“lucu! Loe kira gue hantu? Sampai loe keringatan gini liat gue” laki-laki itu dengan telatennya mengusap keringat sivia dengan sapu tangan yang di ambil tadi. Sementara sivia tak bisa bergerak, tubuhnya terasa lemas sekali tapi dia masih bisa memeperhatikan wajah laki-laki itu. Wajah yang rupawan, matanya sipit kulit putih yang bersih, hidung yang mancung serta bibir yang indah tanpa senyuman.
“maksih banyak.. maaf aku udah ganggu tidur kamu dan hmm,, nabrak kamu sampai.. ehhh nama kamu siapa? Aku sivia” kata sivia yang berusaha mengalihkan pembicaraan awalnya karena dia bingung harus berkata apa dan pada akhirnya sivia menanyakan nama dia dan memperkenalkan dirinya.
Alvin! Alvin Jonathan“ Nama yang keren untuk orang yang menurut sivia juga tampak keren. Orang yang cuek, pelit bicara tapi sepertinya dia orang yang perhatian.
Setelah perkenalan singkat itu sivia menjadi tidakbersemangat lagi mencari novel, tapi sepertinya Alvin bisa membaca pikiran sivia. Alvin berdiri dan mengambil sebuah novel yang ada di rak atas.
“nih! Loe nyari ini kan?” Alvin meyerahkan sebuah novel yang sepertinya seru untuk di baca. Sekali lagi sivia Nampak kaget, kenapa Alvin begitu bisa mengerti dia, padahal mereka baru aja berkenalan beberapa menit lalu
“gak usah kaget, setiap orang yang kesini pasti mau nyari novel” Alvin berkata seperti itu, seolah dia tau apa yang di pikirkan sivia.
“makasih” sivia pun berdiri dan segera melangkah tapi langkahnya terhenti karena…
“mau kemana? Baca saja disini, tempatnya lebih nyaman”
“tapikan ganggu kamu”
“siapa yang bilang? Inikan tempat umum”
Tampaknya sivia mulai mempertimbangkan perkataan Alvin dan memang benar disini temaptnya lebih nyaman, tapi mana bisa dia berduaan dengan laki-laki di tempat seperti ini. Lebih baik dia keluar ruangan ini
“makasih, aku di situ aja. Sampai ketemu Alvin” ucap sivia berpamitan pada Alvin, sementara Alvin hanya terkekeh mendengar sivia berkata seperti itu.
“ perfect “
***
Setelah kejadian di perpustakaan itu tampaknya sivia begitu senang seharian ini dia terus tersenyum bahkan selama jam pelajran pun sivia hanya melamun.
19 April 2008
Aku menunggu kau bisa tersenyum  padaku
Awal pertemuan yang manis
Semoga di akhiri dengan sesuatu yang indah

Begitulah isi tulisan yang ada di dalam diary itu. Diary milik sivia…

Nyoba bikin cerbung.. yapi kayaknya gagal deh.. u,u tapi harus tetap semangak.. Part 1 segini dulu yahh…



Kamis, 07 Juli 2011

ALVIA (tentang hatiku)


ALVIA
Aku mau curhat tentang masalah couple ini. Banyak yang menyukai couple Alvin dan sivia ini yang biassanya di singkat dengan alvia. Tapi banyak juga yang membenci couple ini, entah itu karena tidak suka dengan Alvin atau sivianya.
Aku menyukai couple ini karena aku suka Alvin dan sivia dan dulu sewaktu masih ada idolaciliklovers.ning.com banyak sekali cerita yang bercouple Alvin dan sivia ini. Aku jarang sekali membaca cerita yang bukan couple alvia, apa tindakan aku salah?? Apa itu berarti aku tidak menghargai penulis yang lain?
Bukankah kita mempunya hak? Salahkah aku kalau aku cuman baca couple alvia? Tapi buat apa aku membaca cerita yang bukan couple alvia sebagus apapun itu tetap saja tidak ada kepuasaan yang kudapat. Hanya membuat aku lelah.
Semua orang berbeda pendapat, dan pendapat inilah yang selama ini yang membuat pertengkaran antar couple. Aku takkan pernah coba nyari masalah kalau bukan ada yang duluan nyari masalah. Okelah bukan saatnya buat nyari tau siapa yang salah karena semau salah dan aku pun salah.
Dulu aku selalu mengharapkan Alvin dan sivia bisa menjadi pasangan asli pada dunia nyata, saat itu aku masih labil. Tapi banyaknya kejadian-kejadian yang buat aku kuat nerima kenyataan, sekarang aku sudah tidak terlalu berharap Alvin dan sivia pacaran. Tapi bukan berarti aku tidak senang kalau mereka dekat. Aku bahagia, dan aku tersenyum di sini.
Dan sekali disini, aku pernah kesal karena banyak orang yang menganggap alvia dan fans nya itu selalu bermasalah. Iya bermasalah karena mereka yang merasa punya masalah dengan kami, yah tentu kami mau menyelesaiaknanny karena kami bukan pengecut.
Aku sadar se sadarnya alvia itu tidak akan bisa sedekat siviel, tapi di hati ku tidak tau kenapa selalu yakin itu bakal terjadi, aku tidak bisa menyangkal hatiku, kaena hatiku sudah yakin dan begitu yakin suatu saat nanti itu akan terjadi.
Percaya pada hati apa salahnya bukan?? Terserah kalian menganggap aku begitu fanatic, karena itu yang menilai adalah kalian sendiri dan kalian sendiri juga pasti merasa teerbebani dengan itu. Aku hidup juga bukan buat mencari musuh.
Sekali lagi, aku tidak merasa fanatic, karena aku hanya merasa munafik. Kalau aku fanatic, tidak mungkin selama ini aku sering curhan ke teman-teman ngatain Alvin, yaahh aku sering kesal juga kan sama Alvin? Yah aku bicara apa yang aku rasakan dan berusaha buat tidak berbohong berlaga menerima apa adanya asal dia bahagia. Aku bukan orang yang seperti itu.
Yang aku heran setiap aku mengeluarkan isi hatiku tentang Alvin dan sivia selalu saja ada yang marah sama aku. Ini adalah duniaku dan aku berhak berbicara apa aku rasakan. Apa dunia ini milik kalian? Seenaknya menghakimin orang. Pernah aku campurin urusan kalian? Kalian cuman berlibet pada sesuatu yang biasa yang terlalu di lebihkan.
Dan sebagai penutup aku cuman mau bilang, apapun yang terjadi aku akan terus menyukai couple alvia. Entah itu nanti sivia deket dengan siapa atau Alvin pacaran dengan siapa. Yang aku tau adalah memikirkan Alvia adalah kebiasaan bagiku. Membacacerita dengan couple alvia mebuatku sedikit bisa melupakan kesedihan.
Alvin adalah orang yang aku sayang. Sivia adalah idola ku dan alvia adalah kebahagianku. Tiga itu mempunyai fungsi yang berbeda. Jadi jangan kira hanya karena Alvin tidak dekat dengan sivia aku bisa membenci Alvin ataupun sivia. Alvin  sivia dan Alvia mempunyai tiga tempat yang berbeda dalam hatiku.

AKU DAN HATIKU TENTANG SIVIA

AKU DAN HATIKU TENTANG SIVIA

Sivia azizah, dia idolaku. Sama halnya dengan Alvin, hanya saja Alvin itu adalah orang yang ku sayang dan membuat aku buta dengan segalanya. Kepada sivia ini akau hanya bertndak sewajarnya. Haha iyalah, mungkin gimana pun perasaan aku kepada Alvin dan sivia itu berbeda. Mungkin yaa karena Alvin adalah lelaki dan sivia seorang gadis.
Aku kagum dengan sikap sivia yang apa adanya. Mungkin pada bilang dia jutek, tapi bukankah lebih baik seperti itu, ketimbang sivia yang hanya berucap manis di bibir dan busuk di hati.
Sivia itu menggemaskan, pertama kali melihat dia aku sudah bitu gemas dengan sivia. Dulu memang aku tak begitu tau tentang Sivia, karena dulu aku tidak pernah mengenal apa itu facebook, twitter, dan hal yang lainnya yang berhubungan dengan Internet.bahkan HP nya pun aku tak punya.
Sivia dimataku adalah idola yang hampir sempurna. Dia anak yang cerdas, berbakat, cantik baik dan ramah meski kadang jutek. Tapi sivia juga manusia kan jadi dia tidak sempurna.
Aku pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan dan sering kesal kalau mengingat itu. Ada yang mengirim inbox di Fb aku “kamu lesbi?” . hei, apa tidak punya hati ngirim Inbox begitu. Jujur aku sakit hati, marah kesal.
“ngefans” dan “suka” itu beda ya,, ingat BEDA. Apa karna aku mengagumi Sivia itu adalah hal yang aneh? Apa anda tidak pernah merasa kagum dengan seorang wanita? Bahkan mungkin tak pernah kagum dengan sosok ibu yang menjaga kita. Kemana hati anda?
Idola, orang yang harus bisa membawa sisi positif pada diri kita dan aku bisa mengambil hal positif yang ada di dalam diri sivia. Setidaknya sivia sudah member warna dalam hidup aku, baik warna yang cerah dan warna yang kelam.
Suara sivia itu begitu sangat  merdu halus dan indah, dan tak lupa imprivisasi yang luarViasa. Kulit yang putih, wajah rupawan tentu semua membuat aku iri. Meski sedikit agak “berisi” tapi dia keliatan lucu dan begitu manis.
Setiap sivia jarang update twitter, berasa gemas sendiri. Gregetan sendiri, entahlah aku tak bisa mendiskripsikan apa yang aku rasakan dengan jelas. Cukup hati aku saja yang tau.
Yang jelas aku akan selalu dukung sivia semampu aku bisa, dan selamaaku masih bisa. Berdoa yang terbaik untuk sivia baik itu karirnya atau dalam kehidupan pribadinya. Semoga kamu jadi orang yang sukses vi. Ingat selalu ada yang mendukungmu meski kau berada di bawah.

TENTANG HATIKU DAN ALVIN

TENTANG HATIKU DAN ALVIN

Mulut boleh bicara tidak. Tapi hatilah yang akan berkata jujur. Rasa kesal dan marah itu pasti ada, tapi tetap rasa sayang aku ke Alvin itu lebih besar. Menyayangi sosok seorang Alvin dan aku bangga dengan itu. Mungkin orang biasa hanya berfikir “apa yang di cari dari seorang Alvin jonathan?” jawabnya hanya untuk kepuasan batin mereka, hanya mencari rasa senang.
Tanyakan padaku apa yang aku suka dari Alvin?? Apa yang bisa aku jawab ? aku hanya bias menjawab “tidak tau” . bukan karena aku tak tau menahu tentang Alvin, hanya saja aku terlalu bingung menjawab. Terlalu banyak yang aku suka dari seorang Alvin.
“Ketegarannya” itulah hal yang paling ku banggakan dari alvin. Sejak kecil tak mendapat kasih sayang seorang ibu, benar-benar anak yang tangguh. Tapi Alvin beeruntung mempunyai seorang oma yang sangat menyayangi dia. Oma adalah oma dan mama adalah mama. Tanpa oma takkan pernah ada seorang yang melahirkan Alvin. Makasih oma yang sudah beri kasih saying yang luar biasa buat Alvin. Alvin sangat menyayangi oma dan manja. Aku senang mendengarnya, setidaknya dia masih punya tempat buat “bermanja”.
Aku memang bukan fans yang baik, aku terlalu ingin tau dan selalu menutut ini itu sama Alvin. Aku sadar betuldengan itu, bahkan hal pribadi alvinpun aku ingin mencampurinya. Perbuatanku ini memang tidak bisa di benarkan. Aku terima akibatnya, aku di benci banyak orang. Tapi bisakah mereka juga mengerti aku? Jangan hanya mengambil sisi negative apa yang aku perbuat, mereka sudah di butakan dengan amrah dan tidak mau tau dengan sisi positive yang ada pada diriku. Dan Alvin, maaf kalau aku terlalu memaksa.
Sayang atau ngefans dengan seorang Alvin jonathan itu butuh kesabaran. Buat kami yang ngefans sama Alvin, melihatnya hanya beberapa menit saja itu adalah anugrah terbesar. Aku acungkan jempol buat yang masih sayang dan ngefans sama Alvin. Kita hebat! Iya tentu saja. Bukankah tidak mudah untuk mejaga rasa kagum kita selama bertahun-tahun yang hanya bias melihat beberapa kali itupun dengan insentitas waktu yang sedikit.
Aku selalu bilang aku akan support kamu vin, aku support dalam hal positive. Semoga kamu selalu melakukan hal yang benar. Dan ingat vin, sebererapun kamu merasa sendiri, selalu ada orang yang menyayangimu yang akan menemani kamu.
Kadang aku bias merasa kesal sama Alvin, adakah salah Alvin dengan aku ? tidak ! akulah yang salah akulah yang terlalu berlebihan. Aku hanya takut dan khawatir dengan sesuatu yang belum jelas. Andai kamu tau seberapa besar rasa sayang akau sama kamu, kurasa kamu tak ada yang tau karena aku sendiri tak bisa mengukurnya.
Masalah, aku sering kesal dengan orang yang selalu berkomentar tentang diriku yang terlalu mengagumi Alvin. Kalian siapa? ? bukankah kita hanya manusia biasa. Terus saja hakimin aku. Aku sayang sama Alvin tulus, tidak pernah mengharuskan Alvin buat balasnya. Maukah kalian tau tentang apa yang kurasain? Aku berjuang mendukungnya dari awal sampai sekarang apa kalian pikir itu adalah hal yang mudah. Hal yang biasa? TIDAK bagi aku mendukung Alvin adalah hal yang luar biasa yang aku lakukan.
Bagaimana pun aku merasa sangat hebat bisa mengagumi alvin. Dan buat yang ngujudge aku gara-gara ngefans sama Alvin itu kalian karena tidak tau apa yang aku rasain. Mengagumi terus menyayangi slalu orang yang tak pernah aku temui, bahkan orang yang hampir setahun cuman 5 kali aku liat dan  itupun hanya sebatas di layar kaca. Jadi jangar pernah menilai seseoranh hanya dengan satu sisi saja. Buat yang ngedukung aku,terima kasih banyak sudah mau mengerti aku,karena aku adalah aku dan selamanya akan begini. Berusaha lebih baik, dan akan selalu berusaha menjadi diri aku sendiri
Terima kasih banget buat Alvin yang sudah buat hidupku ebih berwarna, meski tak selamnay warna itu adalah warna cerah. Dan hidup tak selamanya kita berda dalam sinar cahaya bukan? Ada malam yang gelap, tapi gelap bukan berarti sangat buruk. Masih ada sedikit cahaya untuk esok.

thanks for everything, my hero “AJS”