Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2011

CINTA MATI (ALVIA)


Kamu takkan pernah tau betapa aku..
Memuja kamu seperti ku memuja dewa cinta.,,
Kamu nanti pasti kan menyadarinya..
Saat aku tak lagi ada
Cinta ini cinta yang tak perlu..
Mendapatkan balasan cinta.,.
Meski hatiku perih menahan cinta yang terluka..
Cinta yang buat ku luka
Cinta yang buat ku bertahan..
Meski ada air mata


Gue di sini hanya bisa mandangin loe dengan tatapan cinta gue,yang mungkin belum cukup nyadarin loe kalau gue cinta sama loe. Gue tau gue cuman seribu dari cewek yang suka sama loe, tapi gue merasa begitu yakin.
‘’aaaallllvvvviiiiiinnnnn..,, go alvin go alvin go alvin..’’
‘’aaalvviinnn..,, keren bangeeett’’
‘’alviiinnn..i love you’’
Begitulah teriakan para cewek, gue pengen juga teriak kek mereka, tapi tubuh gue terasa kaku, tak mampu berbuat apa apa. Alvin andai loe tau kalau gue bener-bener cinta loe, bukan hanya sekedar mengagumi.
Entah gue yang udah ke’GRan duluan atau apa?? Alvin mendekat kearah gue. Ya ampun apa gue salah lihat? Alvin senyum ke arah gue. Gue celinguk celinguk., di samping gue ada orang tua, masa alvin senyum ke arah mereka. Saat ini gue bener bener gak bisa bergerak, kaku dalam jantung yang begitu cepat berdetak, alvin ada di depan gue.
‘’ via mau gak loe jadi cewek gue’’
‘’hah?’’ gue kaget setengah mampus, gimana bisa gak coba? Orang yang selama ini gue cintaan nembak gue dengan tiba-tiba.
‘’via? Gimana jawaban loe??
‘’hmmm.. tapi vin, kenapa loe tiba-tiba nembak gue?’’ tanya gue yang masih bingung.
‘’karena sejak dulu gue terus memperhatikan loe, tapi loe nya terus aja malingin muka ke gue, di pertandingan ini gue udah berjanji, kalau gue menang  gue bakal nembak cwek yang gue cinta’in dan untuk itu kemenangan ini gue persembahkan buat loe’’
gue bukan menghindar diri loe vin, tapi takut kalau cinta gue loe tolak jawab gue dalam hati, saat ini gue masih belum bisa jawab pertanyaan alvin.
‘’via, kok diem?? Loe nolak gue? Gue emang gak pantes buat loe? Sorry vi kalau selama ini gue mencintai loe. Mungkin loe adalah cwek pertama dan terakhir yang bakal gue cinta’in, karna cinta mati gue hanya untuk loe.”
Masih dalam keadaan diam gue gak bisa jawab pertanyaan Alvin, vin gue juga cinta sama loe, tapi apa loe mau terima gue.
“via, yaudah kalau gak maU terima,yang penting gue selalu cinta sama loe’’
Tanpa mendengar jawaban dari gue Alvin berpaling dari wajah gue
‘’vin..,,’’ jawab gue mulai  bias bicara dalam kekakuaan… andai lavin tau gue juga cinta dia. Alvin pun berlalu meninggalkan sivia..
RUKA V.o.p
ALVIN GUE JUGA CINTA LOE teriak sivia, seketika itu Alvin berhenti dan berbalik lari memeluk sivia. Tampak raut bahagia di wajah Alvin..
‘’hehehe udah vin, gue malu sama orang-orang’’ di lihat Alvin banyak yang menonton adegan bahagia mereka tersebut.
 ‘’biarin lah, mereka mungkin sirik. Via..’’ kata Alvin sambil memegang tangan sivia
 ‘’loe janji sama gue buat jadi yang terakhir dalam hidup gue”
“iya vin, gue janji..”
 “makasih vi, ohh yaa.. sekarang kita manggil nama aja yaa? Biar lebih enak”
 ‘’hee iya Alvin sayang’’.
Cup tiba-tiba aja pipi sivia di cium Alvin, tampak warna merah merona di muka alvia.
‘’alviiiinnn..’’ rengek via manjanya.. Alvin cuman nyengir saja.
‘’gapapa donk, via kan udah resmi jadi cintanya Alvin’’
 ‘’alvin gombal ihh’’
‘’yaudah, pulang yuk vi, ntar malam Alvin mau jemput via’’
‘’mau kemana?’’
‘’ada aja, dandan yang cantik yaa’’
……..
Malam itu sivia berdanadan sederhana namun tetap kelihatah sangar cantik dan anggun. Begitu pula Alvin kelihatan sangat keren. Jam 7 malam Alvin menjemput via di rumah.
Tokk tok tok
‘’ehh tante, via nya ada?’’
‘’maaf kmu siapanya via yaa nak?’’
‘’via belum cerita tan? Saya Alvin, cowo nya via!’’ kaku Alvin dengan jujur.
‘’oohh.. jadi kamu yang namanya Alvin yang di ceritain via tadi siang? Cakep juga yaa. Ya udah masuk dulu, tante panggilin vianya’’
‘’viaaaa, ini Alvin sayang. Cepatan turun,”
“iya maa, bentar lagi via turun” kata via dan bergegas menuruni tangganya. Alvin tampak begitu terpanah dengan sivia.
“ehhh kok bengong aja vin? Katanya mau ngajak jalan?”
“eehh iya vi, sorry.. yukk mari tuan putri sivia sayang” kata Alvin lalu mempersilahkan sivia menggandeng tangannya lalu mereka pergi bersama.
Saat di jalan mata mereka berdua hanya diam mengikuti alunan music dari radio yang ada di dalam mobil Alvin.
“via. via cantik deh hari ini, semoga hari ini bukan menjadi hari terakhir Alvin liat sivia yaa?” kata Alvin membingungkan.
“Alvin ngomong apa sih? Alvin sama sivia ga bakal pisah kok, via yakin itu”
“semoga yaa vi” kata Alvin dengan raut wajah Nampak sedih.
Sivia hanya tersenyum menanggapi perkataan Alvin tadi. Keheningan pun kembali terjadi di antara mereka, dan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Jurang ya kini mereka berada di jurang, sivia tampak kaget kenapa Alvin membawanya ke jurang. Apa yang akan di lakukan Alvin?
“vinn.. kok kita ke sini?” saat di Tanya itu tatapan Alvin pada sivia tampak aneh
“sivia” kata Alvin tajam pada sivia., sementara sivia sudah mulai ketakutan
“via, sivia cinta kan sama alvin” kata Alvin mulai mendekati sivia lagi. Sementara sivia dia mulai ketakutan
“iyyaaa.. sivia cinta kok  sama  Alvin” kata via perlahan  berjalan ke belakang dan semakin mendekat dengan bibir jurang itu
“kalau begitu, kita harus mati berdua” kata Alvin tajam pada sivia seperti  psikopat.
“maksud Alvin apa?’’ kata sivia mulai ketakutan
“iayaa kita berdua harus mati bersama. Alvin cinta sivia dan sivia cinta Alvin”
“alllviiinn… kenpa sih, Alvin kenapa? Sadar Alvin sadar” kata sivia mencoba menydarkan Alvin. Dan langkahnya terhenti saat iya benar-benar berada di ujung tepi jurang itu
“sivia harusikut Alvin kemana saja, Alvin pengen sivia ikut ke surga”
“alvvvvvvvvvvvvvviiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn sadar vin” kata sivia mulai memejamkan matanya dia pasrah kalau Alvin akan mendorongnya jatuh ke jurang itu.
DEGG bukannya mendorong sivia ke jurang Alvin malah memeluk sivia erat.
“maaf vi, maaff jangan tinggalin alvin yaa vi?” kata Alvin saat memeluk sivia erat. Dengan perlahan sivia membuka matanya.
“Alvin” lirih sivia pelan
“maaf ya vi kalau tadi Alvin sempet bikin sivia  takut. Alvin  cuman mau ngetes seberapa benar sivia  cinta sama alvin”
“ishhh.. kalau ngetes sih gapapa. Tapi ini bikin sivia mau mati tau”
“hehe maaf deh, sekarang Alvin mau nagajak sivia makan dulu yaakk”
Akhirnya Alvin pun mengajak sivia ke tempat yang tak jauh dari sana. Tempat yang indah. Tempat yang sudah di persiapkan Alvin. Mereka  duduk di tepi sungai yang di aliri air yang jernih. Hanya dengan penerangan sebuah lampu dan bulan purnama serta bintang-bintang menambah suasana romantic mereka.
“alviinn.. romantic banget vin,. Alvin nyiapin ini buat sivia yaa?”
“bukan” kata Alvin sengit
“ya udah kalu bukan buat sivia, mending sivia pergi aja” kata sivia mulai beranjak pergi
“ettsss. Mau kemana vi?” kata Alvin menahan via dan memegang tangannya.
“mau pergi lah” ngambek via
“Alvin kan nyiapin ini buat orang yang paling alvin sayang, buat orang yang Alvin cinta dan buat orang yang selalu Alvin rindukan” gombal Alvin. Sivia cuman tersenyum
Mereka pun makan bersama, menikmati hidangan yang sudah Alvin persiapkan terlebih dahulu.
“lho vin, kok ga di makan sih?” kata sivia yang bingung melihat Alvin yang sedari tadi bingung cuman menatap makanannya.
“suapppiiinnnn” manja Alvin

“hehehe…  guth aja repot bilang kek dari tadi kalu mau”
“abisss, via gag bisa sedikit romantic apa sam Alvin?” kata Alvin manyun
“ini, aaaaaa” kata via member aba-aba untuk menyuapi Alvin makanannya.
“ihhhh….sivia so sweeett dehh” genit Alvin
“apaan sih Alvin , kea banci aja”
“haha “ Alvin hanya tertawa. Sementara sivia, dia manyun dan kesal lalu memakan makanan itu dengan sangat lahapnya
“hahahaha.. via, tadi kan Alvin janji mau habisin malam ini sama via, abis makan kita ke pantai yaa vi” ajak Alvin
“ya udahh, udah selesaikan makannya. Kita berangkat aja yaa vin.”
“yukk” kata Alvin berdiri mendekati via dan mempersilahkannya untuk menggandeng tangannya, via pun menyambut itu dengan senang hati.
Mereka berjalan menuju mobil Alvin, saat berjalan via menggandeng tangan Alvin dan kepalanya di sandarkan pada bahu Alvin *pasti ga ngerti dah*
Dalam perjalanan mereka hanya ngobrol-ngobrol kecil tentang masa kecil masing-masing. Sesekali  mereka tertawa bersama saat mengingat masa lalu masing-masing. Malam yang indah buat mereka. Dan membuat sivia capek, hingga dia mengantuk. Apalagi ini udah jam 11 malam.
“udah sampai, turun yuuk” kata Alvin menghentikan mobilnya. Tak ada jawaban dari sivia, dia tertidur di mobil.
“jiaaahh malah tidur” gumam Alvin sendiri. Dia melihat via begitu pulas tertidur. Alvin menatap tajam kearah sivia, dia sangat terhipnotis dengan kecantikan sivia. Alvin mulai mendekatkan wajahnya pada sivia.
Matanya masih menatap tajam ke arah sivia, wajahnya pun semakin dekat. Deru nafas sivia begitu terdengan di telinga Alvin, jantungnya pun berdetak dan tak bisa diam *iyalah,diam mati dong*. Bibirnya pun sudah gatal menuntut sesuatu, jaraknya hanya tinggal  beberapa mm.
Ini mungkin adalah ciuman pertama mereka, yaaahh sayang sekali.. ternyata Alvin tak berhasil mencium bibir sivia *bahasa gue*. Saat jarak mereka akan menyatu, via keburu bangun dari tidurnya dan mengurungkan niatnya tadi.
“ehhh sudah sampai yaaa vin, via ketiduran tadi. Hehe” cengir via
“eh..ehh.ii..yya..aaa vi hehe” kata Alvin menggaruk kepalanya yang tak gatal gara-gara salting kejadian tadi
“kenapa Alvin gugup?” Tanya sivia bingung
“engg.. enggak papa kok” cengirnya lagi
“ouhh.. aneh deh”  gumam sivia
“yaudah turun yukk sayang”.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju bibir pantai. Debur ombak menjadi pengganti pembicaraan di antara mereka *apadah*. Mereka terdiam dan hanya duduk di pasir dan mendengarkan deburan ombak itu.
Sivia duduk bersandar di bahu Alvin, mereka terdiam dalam pikiran masing-masing.
“vin” kata sivia memecah keheningan
“iyaa vi” kata Alvin.
“liat deh bulan itu vin, kalau malam kan dia bersinar terang banget, terus siang bulan pergi, menghilang. Kalau seandainya aku kea bulan itu gimana vin?” Tanya sivia
“via ngomong apa sih vi? Alvin nggak ngerti ahh” tanyanyabingung sambil menatap sivia
“maksud via, kalau via udah gak ada lagi besok gimana? Alvin mau cari pengganti via nggak? Kan kalau bulan yang hilang gantinya matahari” terang via
“gaak, Alvin gak bakal cari pengganti. Justru Alvin akan mencari bulan itu kemana aja, bulan itu nggak hilang vi, dia hanya bersembunyi di balik siang. Dan mencari tempat yang lain, kan kalau di sini siang, di Negara lain malam, jadi bulannya ada di situ, Alvin bakal ke sana ngikutin kemana bulan pergi, karena Alvin gak mau pisah sama sivia. Akvin sayangdan cinta sama sivia” kata Alvin panjang lebar.
“kalau Alvin capek gimana?” kata via lagi
“Alvin gag mungkin capek kalau itu semua buat sivia”
“makasih yaaa vin” katanya lantas memeluk Alvin. Alvinpun membalas pelukan sivia dengan hangat. Setelah itu dia kembali menatap sivia, dan memegang dagu sivia dengan jari-jarinya.

Mata mereka saling bertemu dan beradu membuat jarak diantara mereka semakin dekat. Sivia mulai memejamkan matanya, Alvin pun juga. Mereka terdiamsejenak merasakan kasih sayang di antara mereka. Membiarkan jantung mereka berolahraga sebentar. Tak ada jarak saat ini yang memisahkan mereka. Mereka seperti berada di nirwana cinta terindah dan langit ke 7. Tak ingin semua berakhir, tapi karena capek naik ke atas langit ke 7, mereka berhenti dan tersenyum malu.
“maaf vi” kata Alvin malu dan wajahnya sangat merah, sama halnya pun dengan sivia wajahnya juga sangat merak kea lobster goreng .
“hmmm…” kata via mengangguk kecil dan tersenyum.
“sivia cinta Alvin, selamanya” kata sivia tiba-tiba
“Alvin juga kok” kata Alvin membalas ucapan sivia
Kesunyian pun terjadi kembali di antara mereka. Tidak terasa sekarang sudah jam 3pagi.
“makasih yaa vi buat malam ini” kata Alvin. Sivia tidak menjawab dia hanya terdiam dalam pelukan Alvin
“kamu tidur yaaa vi?. Pasti capek. Kita pulang sekarang aja yaaa” katanya lalu membangunkan sivia
“viaa.. sayang bangun, kita pulang yukk” kata Alvin lembut sambil membangunkan sivia
“vi..bangunn..” sivia masih terpejam dan tak sedikitpun bergerak
“tangan kamu udah dingin kea gini, kita pulang yukk” kata Alvin again
“vi..viiii.. kamu kenapa?” kini alvin sudah mulai khawatir dengan sivia
“banguunn vi.. banguuuunn vi.. jangan bercanda” katanya sangat cemas
“viiiii” Alvin pun menggenggam tangan sivia dan dia merasa denyut nadi sivia tak bergerak
“viiaaaaa.. kamu kenapa? Viii bangun vi, bangun” katanya mengguncangkan tubuh via yang sudah kaku dan tak bernyawa
“viaaaaaaa jangan tinggalin akuuuu.. bangun viiiii” katanya memeluk tubuh sivia yang dingin seperti es
“viaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriak Alvin.

***
Hari ini pemakaman sivia, Alvin tampak sokk, Karenabaru sehari dia bersama sivia dan merasakan indahnya hari bersama sivia harus berkhir dengan seperti ini.
Kita manusia tak bisa menduga kapan kita harus pergi
Saat pergi hanya kenangan yang tersisa
Tubuh yang kaku dan dingin
Takkan ada seorang pun yang mampu melawan takdir itu
Tangisan hanya sebuah tanda kehilangan
Dan tangisan takkan mampu mengembalikan semua
Takkmudah melepas orang yang kita cintai
Yang membuat hidup berarti
Goresan hati di tuangkan dalam air mata yang keluar
Tak ada lagi yang menyeka air mata kita
Saat hati benar-benar tak percaya
Namun kenyataanya kita harus berpisah
Sayangilah semua orang yang menyayangimu
Dan ikhlaskan saat mereka pergi dan ingin bahagia

Takka ada tangisan yang keluar di mata Alvin, dia hanya menatap kosong ke arah makam gadisnya itu. Hanya melihat dan mendengar isakan tangisan dari seorang ibu di sampingnya. Semua yang ada di sana menadahkan tangannya dan berdoa agar sivia bisa tenang.
Alvin yang tak sanggup lantas pergi dari acara pemakaman, dia berjalan memandang lurus ke depan yang sebenarnya tak punya arah tujuan. Dia tak melihat sekelilingnya dan…
BRUUKKKKKK
Tubuh Alvin terpental saat tertabrak sebuah mobil, darah segar mengalir dari hidung dan mulutnya.
Ini adalah takdir mereka
Takdir yang sudah tertulis
Takdir yang menyatukan mereka
Takdir yang memisahkan mereka
Dan takdir yang menyatukan mereka kembali
“alviiinnn ikut sivia yaaa” kata gadis cantik itu
“iyyaaaa.. Alvin kan sudah janji sama via bakal selamanya bersama dan ikut ke mana aja via pergi”
“yukkk vin, ikut via ketempat yang indah” kata gadis itu mengulurkan tangannya.
Mereka pergi bersama ke tempat yang indah dan damai. Tempat yang takkan ada lagi kekejaman dunia ini.
SELAMANYA DAN KAPANPUN ALVIN AKAN SELALU BERSAMA SIVIA.
KARENA ALVINDI TAKDIRKAN UNTUK SIVIA.


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar