Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2011

MENANTI (ALVIA)

sore yang begitu indah,, tapi tak seindah suasana hati ku,,pikiran ku melayang ketika melihat salah satu benda di atas meja rias ku,,benda itu adalah sebuah kalung pemberian dari seseorang yang sangat aku cintai,, tapi sampai sekarang dia tidak pernah mengetahui perasaan ku yang sesungguhnya.
Nama Alvin dia  adalah “my First love
Perasaan ini muncul sejak aku masih kelas7 SMP,, ketika itu aku masih satu kelas& satu sekolah dengan alvin,
Alvin adalah sosok yang sangat sangat sempurna di mata ku meskipun dia agak sedikit nyebelin apalagi kalo ulangan aaarrrrgggghhhh nyebelin bangat.. tapi aku menikmati nya..

Aku tidak mengerti apa yang sedang ku rasakan sejak pertama aku melihat alvin jantung berdebar kencang.tangan ku berkeringat dan aku selalu salah tinggkah setiap ku berada di samping nya. Apakah aku jatuh cinta??????????????? Aaaarrrgggghhhhhhh tidaaaaaaaa aku tak mau jatuh cinta padanya tuhan tolong aku jauh kan perasaan ini dari hidup ku, aku tak mau jatuh cinta pada nya karena aku tau ini hanya membuat ku sakit hati.. tapi lama kelamaan rasa ini menjadi   semakin kuat dan tak pernah berkurang sedikit pun,, akhirnya ku akui pada diri ku sendiri kalo aku SUKA sama alvin hanya suka bukan cinta meskipun aku tau kalo makna antara suka dan cinta hanya beda tipis.. hari demi hari aku semakin dekat dengan alvin tetapi tidak ada tanda kalo alvin ingin mengutarakan perasaan nya padaku.. tapi aku santai saja karna aku hanya SUKA bukan CINTA.. tiba tiba aku  mendenggar kalo alvin sudah menggutarakan perasaan nya kepada seseorang tapi bukan kepada ku melainkan sahabat ku sendiri namanya Laura,, tapi Laura menolak cinta Alvin karena sesuatu yang sampai saat ini aku tak tau alasan nya... aku kaget mendenggar air mata ku menetes aku tak kuasa membendung tanggisan ku meskipun aku hanya suka tapi entah kenapa  hati ku sangat sakiiittt!!!
Hari ini adalah hari pembagian raport perasaan ku campur aduk ada senang, sedih,kecewa,dll... sedih karena aku tdk satu kelas dengan Alvin lagi..
Sekarang aku sudah kelas 8 tdk satu kelas lgi dgn alvin rasa nya sangat membosankan karna tdk ada lg teman ku untuk bercanda
Aku binggung kenapa setiap hari aku selalu memikir kan Alvin pikiran ku gelisah tiap malam ku tak bisa tidur sering senyum2 sendiri kalo ingt tingkah konyol alvin dan mulai detik itu juga ku akui pada hati ku kalau aku CINTA yaaaa cinta!!! Akhir nya aku mengalah kepada perasaan ku sendiri..
Akhir2 ini Alvin saking menjaauh dari ku,, alvin hanya sesekali menyapa ku tapi anehnya perasaan ini tak perhah berkurang dari hatiku,, tpi aku tak yakin apakah aku mampu untuk membuang perasaan ini. Meskipun aku telah mencoba tuk membuang nya tapi perasaan ini tak mau pergi dari hidup ku.
Hari demi hari perasaan ini semakin menjadi jadi aku semakin cinta semakin sayang.. tapi rasa itu sangat menyiksa ku karna aku tau cinta ku bertepuk sebelah tangan.
“ semakin ku menyayangi mu semakin ku  harus melepas mu dari hidup ku”
Tapi aku selalu gagal mungkin sosok alvin sdh terukir abadi di hati ku,,,,,,,,,, meskipun perasaan ini sangat menyiksa ku tpi aku bahagia mempunyai rasa ini.. yaaaaaaaaaaa rasa cinta yg terpendam atau cinta dalam hati...
Sekarang aku sdh kelas11 SMA tapi persaan ini masih tetap ada meskipun aku tau aku tak pernah ada di hati nya bahkan mungkin saat ini dia sudah melupakan ku sejak aku lulus smp sampai sekarang aku tak pernah bertemu dgn nya lgi aku sangat merindukannya “ aku rindu setengah mati kepada mu” . Sosok alvin slalu ada di benak ku. Meskipun sdh berapa kali aku mencoba mengganti nya dengan org lain tapi tetap saja hanya alvin yg ada di otak, pikiran,hati, dan kehidupan ku. Aku tak tau sampai kapan perasaan ini ada di hidup ku,, karena aku slalu berharap dan berkhayal kalau alvin jga memiliki perasaan yg sma sprti ku. Gra2 perasaan it lah sampai sekarang aku masih mengharapkan dan masih menanti alvin. Alvin I Will Always love U.. I’am still waiting for U
“ Ku akan menanti meski harus penantian panjang ku akn tetap stia menunggumu ku tau kau hanya untukku biarlah waktuku hbs oleh penantian ini hingga kau percaya betapa besar cintaku pada mu KU TETAP MENANTI”
****
Begitulah yang sivia tuliskan di dalam sebuah diarynya. Dia begitu menyesal.
‘’hufftt.. aku kangen Alvin, lama ga jumpa”.
‘’udahlah aku ga mau mikirin itu, besok masih ada ulangan, mending tidur”.

Akhirnya hari itu via akhiri dengan mengenang first lovenya. Sivia tidur dengan memegang kalubg pemberian Alvin, semoga dengan begitu dia merasa memeluk Alvin.

Pagi hsri itu sivia agak terlambat ke sekolah. Dengan terburu-buru dia berlari-lari kecil di koridor sekolahnya untuk menuju kelasnya.
“hosstt host.. ma..hee..maaf bu.. saya telat”
“sivia kenapa kamu? Tumben-tumben kamu terlambat gini?’’
‘’maaf bu, saya terlambat’’
‘’udah, gapapa. Sana kamu duduk.’’
Saat sivia ingin duduk ketempat duduknya yang ada di belakang dia terkejut melihat seseorang yang berada di barisan nomer 3 . dia adalan Alvin. Sivia bingung kenapa Alvin bisa ada di sekolahnya dan di kelasnya. Tapi dia berusaha bersikap biasa saja, tetapi sungguh hatinya dan jantungnya berdegup tak karuan, tangannya pun dingin sekali. Mungkin dia terlalu grogi untuk bertemu kembali dengan first lovenya. Istirahatpun tiba, saivia masih berada dalam kelas begitu juga dengan Alvin. Saat sivia ingin ke kantin tiba-tiba Alvin memenggil namanya.
‘’via.. masih ingat aku kan?’’ Tanya Alvin pada via yang masih diam. Dengan sedikit gugup sivia menjawab pertanyaan Alvin.
‘’hehe,.. masih ingat dong, kamu itu temen aku yang super nyebelin di kelas 1 dulu.’’
‘’hehe bisa aja kamu vi, eehh mau temenin aku keliling sekolah ini ga? Aku kan murid baru di sini’’ pinta Alvin dengan muka melas.
‘’oohh boleh, ayuk’’
Akhitnya sivia dan Alvin pun berkeliling sekolahan. Sivia membantu Alvin mengenali tiap detail ruangan yang ada di kelas itu. Sivia juga membantu Alvin dalam mempromosikan exskul yang ada di sekolahnya.
‘’makasih ya vi, kamu udah mau ngantarin aku keliling sekolah’’
‘’iyaa,. Sama-sama, tumben kamu ga bawel vin??’’
‘’kenapa emang? Kan harusnya baik vi aku udah ga gangguin kamu lagi?
‘’tapi yaa rasanya aneh vin’’
‘’ga salah dong, aku cumin mau berubah aja. Lagian masa aku murid baru udah berani jahilin murid senior.haha’’
‘’ga lucu ahh, ehh kita ke kantin dulu ya vin, haus nih’’
‘’okeee. Ayuukk’’
Mereka pun menuju kantin bersama dan mencari meja yang kosong. Kebetulan meja yang di pojokan lagi kosong, mereka pun kesana.
‘’mau pesen apa vin? Biar aku yang pesanin’’
‘’hmmm.. enaknya apa di sini vi?’’
‘’aku sih sukanya jus melon’’
‘’ya udah deh, samain kamu aja’’
‘’makannya apa?
“kamu? ‘’ kata Alvin yang balik Tanya pada sivia karena dia bingung mau pesan apa.
‘’aku minum aja vin, lagi ga nafsu’’
‘’ooo.. minum aja juga deh’’
‘’tunggu bentar ya vin, aku pesan dulu’’
Sivia pun berjalan untuk memesan minuman tadi, sedangkan Alvin duduk sendiri sambil memperhatikan punggung sivia yang perlahan mulai menjauh.
‘’kamu udah tambah cantik vi, aku sengaja pindah cumin buat kamu, secepatnya aku ingin kamu tau bagaimana perasaan aku selama ini sama kamu’’ lamun Alvin sedari tadi.
‘’eehh maaf lama ya vin?’’
Kata via yang membuyarkan lamunan Alvin, Alvin Nampak terkejut. Sivia pun akhirnya duduk ke tempatnya
‘’gak kok vi’’
‘’ya udah, minum dong vin’’
‘’iyaaa’’
Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dalam pikiran masing-masing. Sivia asik dengan degup jantungnya yang sedari tadi loncat-loncat ga jelas. Sedangkan Alvin, masih bingung dengan apa yang akan di lakukannya saat ini. Apakah dia harus menyelesaikan misinya secepat ini atau tunggu beberapa hari lagi.
‘’vii.. gimana kamu sekarang?’’ kata Alvin yang berusaha memecah ketegangan diantara mereka.
‘’aku? Kamu liat sendiri kan? Aku baik-baik saja”
“bukan itu maksudku vi’’
‘’terus?’’ Tanya sivia bingung dengan pertanyaan dari Alvin.
‘’maksud aku, ee kamu udah punya cwo belum?’’
‘’ehh aku masih jomblo sampai sekarang vin, kenapa emang?’’
‘’ehh bagus deh, soalnya aku mau ngajakin kamu jalan ntar malam, mau nggak?’’
‘’ehh.. kebetulan mama sama papa ntar mau ke kondangan jadi aku ga ada acara, okee deh kamu jemput aja’’
‘’iya, ntar jam 7 kamu siap-siap ya vi’’
‘’ emang kita mau kemana?’’
‘’ada deh, rahasia’’
‘’tuhh mulai jailnya’’
‘’wheeheee.. pokonya ntar malam kamu dandan yang cantik, ehh yaa rumah kamu masih yang itu kan?
‘’iyalah, mau pindah kemana lagi?’’
‘’okedeh’’
Pembicaraan mereka terputus karena bel masuk.
>skip>
Pulang sekolah itu via nunggu jemputan sopirnya di depan gerbang, saatsedang menunggu ada seseorang dengan cagiva berhenti di depanya. Ternyata itu adalah Alvin.
‘’vi, belum pulang?’’
‘’belum. Lagi nunggu sopir aku. Ehh itu dia, duluan yaa vin’’ kata sivia sambil meninggalkan Alvin
‘’viii, jangan lupa nanti malam yaa’’ teriak Alvin pada sivia sambil mendapat sebuah salasan sivia dengan senyum manisnya.
Malam pun tiba, sivia berdandan cantik denga dress biru muda selutut dengan  ranbut indah yang di gerai. Begitu juga dengan Alvin yang memeakai kemeja biru *yang waktu Alvin nyanyi lagu bukan cinta biasa.
Tengtong suara bel yang ada di rumah sivia. Sivia pun segera turun ke bawah dan membuka pintu. Betapa terkejutnya sivia, oaring yang memencet bel tadi  bukan Alvin. Melainkan seorang polisi.
‘’ maaf mba, apa anda yang bernama sivia azizah?’’ Tanya polisi itu pada sivia yang masih kaget akan kedatangan polisi tersebut.
‘’iyaa..aa.aa pak, saya sivia, ada apa ya pak?’’
‘’gini dek, saudara alvin jonathan sindunata di mengalami kecelakaan, kami tidak dapat menghubungi orang tuanya, tapi dia hanya member sebuah alamat dan nama, dan ini dia alamatnya’’ kata pak polisi tersebut sambil memperlihatkan alamat di sebuah kertas yang ada bercak darah. Mungkin itu adalah darah dari Alvin.
‘’iyaa pak disini alamatnya. Pak apa keadaan Alvin baik-baik saja?’’ kata sivia yang sangat khawatir pada Alvin.
‘’ada sebaiknya saudara sivia dating ke rumah sakit pelita’’
‘’iyaaa pak, terima kasih infonya’’
Sesgera setelah itu sivia mengambil mobilnya dan melaju ke rumah sakit pelita. Dalam perjalanan tampakkekhawatiran sivia pada Alvin. Sesampainya di rumah sakit itu sivia langsung berlari ke ruang ugd tempat Alvin berda. Saat tiba di ruangan itu rasanya tubuh sivia sunguh tidak berdaya melihat kondisi Alvin yang berlumuran darah
‘’aaaaaalllvviiiiiinnnnnn” teriak sivia  sambil berlari dan memeluk Alvin di tempat tidurnya.
‘’sii..vvii..aaaa” kata Alvin yang terdengar sangat lemah karena tidak berdaya dengan luka dan darah yang adda di sekujur tubuhnya
‘’aaalllvviiinnn, kenapa kamu jadi begini vin’’ isak sivia sambil menangis.
‘’gak vi, kamu ga boleh menangis, aku ga suka orang yang aku cintai ngeluarin air matanya.
‘’allvviiinn’’ lirih via lagi yang terkejut dengan pengakuaan Alvin yang ternyata juga mencintainya seperti dia mencintai Alvin dan memendan perasaanya selam bertahun-tahun.
‘’via, sebenarnya dari dulu aku sangat mencintai kamu vi. Aku gak berni nembak kamu karena aku takut hubungan kita jadi tidak baik, tapi aku sudah tak banyak waktu untuk itu aku mau kamu tau perasaanku dan perasaanmu. Via kamu mau kan menjadi milik aku walau itu sebentar atau selamanya?’’
‘’alvin, kamu ngomong apa suh vin, kamu ga boleh ngomong githu, aku juga cinta kamu vin. Aku sayang kamu. Aku mau kamu nemenin aku di sini. Aku gak mau kamu pergi vin.’’ Jawabvia sambil menangis.
‘’tapi maaf vi, semua udah cukup sampai di sini’’ kata Alvin sambil menutup matanya dan melepas genggamannya pada sivia yang sedari tadi begitu erat.
‘’aalllvvvvviiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnn, jangan tinggalin aku vin. Jangaaaann.’’ Sambil mengguncang tubuh Alvin yang sedari tadi tak bergerak.
‘’aalvviinn,’’ kata sivia lagi dengan sangat lemas dan hamper pingsan
‘’apa vi’’tiba-tiba ada suara yang terdengar seperti sura Alvin, sivia langsung menoleh sumber suara tersebut. Dan yang terjadi adalah Alvin yang membuka matanya sambil tersenyum lebatr.
‘’semua udah berakhir vi, sandiwaranya sudah berhasil’’ ternyata dari tadi Alvin bersandiwara dia tidak amati atau pun luka bahkan tidak mengalami kecelakaan. Sivia masih terdiam dia kaget sedih senang dengan semua yang terjadi.
‘’aaaaaaaaa Alvin kamu tega banget bohongin aku. Aku kira tadi kamu..’’
‘’hehe apa? Mati? Heheaku gak mungkin mati sebelum nikah sama kamu’’
‘’apaan sih vin.. tapi kok gimana bisa ada polisi, ada rumah sakit dan semuanya?’’
Dan akhirnya pun menceritakan semuanya dari mulai kepindahan sekolahnya sampai hari ini. Alvin sudah lama memendam perasaanya pada sivia. Selama beberapa bulan ini dia memeperhatikan sivia dari kejauhan. Alvin tidak bersekolah dia hanya mengikuti home schooling di rumah. Dan demi mengungkapkan perasaannya pada sivia dia bersekolah di sekolah yang sama dengan sivia. Mengenai polisi itu adalah ayah dari sahabat Alvin, dia meminta pada ayah temannya tersebut, dan rumah sakit itu adalah rumah sakit warisan dari kakeknya sehingga perawat dan para dokter di sana dapat di ajak kerjasama.
‘’huaaaaa tega vin, tadi kamu udah hamper buat aku pingsan tau.’’
‘’yang penting gak kan?’’
‘’kamu jangan tinggalin aku vin’’

‘’gak vi, aku gak akn pernah ninggalin kamu’’ kata Alvin sambil memeluk via dengan erat. Seakan tak mau melepas via selamanya.
Baberapa hari setelah kejadian itu berita hubungn Alvin dan sivia sudah menyebar. Hari ini tepat seminggu merekan jadian. Alvin mengjak sivia kesebuah tempet. Dalam perjalanan menuju tempat itu mata sivia di tutup.
‘’kita udah sampai vi, sakarang buka tutup mata kamu yaa?’’
‘’alvin kita ngapain ke sini? Ga lucu masa kencan ke kuburan vin?’’
‘’udaahh, kamu pasti nanti tau sendiri’’
Alvin memebawa sivia pada sebuah kuburan dengan bertulisan sebuah nama. Itu adalah kuburan seoarang yang sangat berarti dalam hidupnya. Kuburan dari kakanya Alvin.
‘’ka, sesuai janji Alvin, aku bakal ngenalin kaka sama perempuan yang berarti dalam hidupku. Kak kenalin ini sivia dia yang bakal gantiin kakak’’
‘’kenalin aku sivia kak, aku janji gak bakal ninggalin Alvin dan nyakitin dia kak’’
Alvin pun berdiri dan memeluk sivia erat di depan batu nisan tersebut dan memeluk sivia dengan hangat. Dia berjanji pada dirinya sendiri dan di hadapan nisan kakanya untuk berusaha menjaga sivia semampu dia. Dan sivia, dia sangat senang karena penantiannya tidak sia-sia. Cinta yang selam beberapa tahun ini iya pendam, menyimpan perasaan ini sendirian. Dan tak mudah untuk mempertahankannya.

MUSUH DAN CINTA (ALVIA)

maaf kalau ada yang tersinggung. just story
Permusuhan rioalvin (cerpen)
“Alvin sayang, sampai kapan sih kamu musuhan sama rio” Tanya sivia sambil ngelap keringat Alvin karena dia habis syuting adegan balapan.
“aduuhh via sayang, aku tuh ga pernah nganggep rio saingan” kata Alvin sambil memegang kedua pipi chubby via.
“tapi keliatannya kalian tuh saingan vin”
“udahh ahh.. jangan bahas itu lagi. Ntar malam jalan yaa? Mumpung lagi break”
“iyaaa.. udah sana pergi, di panggi tuh”
“daaaahhhh cantikk.. muaaah” kata Alvin pergi dan sempat-sempatnya mencium sivia di pipi nya.
“dasar Alvin” kata sivia sambil tersenyum
Alvin dan rio, sejak SMA mereka selalu bersaing. Baik itu melalui popularitas atau prestasi. Alvin dan rio memang anak yang pandai, saat kelas satu SMA Alvin memang vtidak satu sekolah dengan rio. Hingga waktu itu rio menjadi nomer satu di sekolah idolaciliklovers.orang terkeren, manis, pandai, dll sudah sering terlontar saat memuji rio. Tapi waktu kelas 2 SMA Alvin sebagai murid baru mampu menyaingi popularitas rio. Sebenarnya Alvin tak pernah menganggap rio saingan. Alvin hanya menjalani semua dengan biasa. Alvin memang anak yang pandai, karena itu dia satu-satunya orang yang bissa mengalahkan rio saat pemilihan perwakilan olimpiade kimia. Sekolah ICL lebih memilih Alvin di banding rio, dan saat itu rio benar-benar geram dan mulai menganggap Alvin musuhnya.
Rio, selalu bisa mendapatkan apa yang sama dengan Alvin. Saat Alvin mendapat tawaran rekaman, rio juga berusaha mencari produser yang mau dengannnya. Bahkan Alvin main sinetron pun dia juga mengikuti.
Rio memang selalu bisa menyaingi Alvin dalam hal apapun. Tapi rio tidak bisa mengambil hati sivia, gadis yang di cintainya juga gadis yang di cintai Alvin. Tapi sayang, sekeras apapun rio berusaha dia tak akan bisa mengambil hati gadis itu, karena sivia sudah mencintai Alvin duluan.
“arghhh sial, kenapa sih loe vi lebih milih Alvin?” kata sivia saat cemburu melihat Alvin bermesraan dengan sivia tadi.
“riooo…riooo.. ini buat kamu” kata salah satu fans rio memberikan hadiah buat rio.
“apaan nih?’’ kata rio dengan tampang jijik
“ihh rio mah ngegemesin deh, masa pura-pura gak tau sma kado?” kata fans itu sambil
“apasih loe? Gue gak butuh kado murahan keya gini” kata rio mengembalikan kado itu dengan kasar
“rio kok githu sih?”kata fans itu sambil mengeluarkan air matanya
“pergi loe, ganggu aja” kata rio kasar. Dan fans itu pun langsung pergi lari meninggalkan rio
“dasar, nyusahin aja” umpatnya sendiri.
Alvin mempunyai fans bernama alvinoszta sedangkan fans rio namanya rise. Alvinoszta memang dan rise memang tampak damai, tapi sebenernya terjadi perang dingin antar mereka.
“gillaaaaa yaakk, mereka lebay banget” kata alvinoszta
“ehhh.. apa loe bilang? Rise lebay? Kalian tuh gak punya mulut” kata rise
“ehh nyantai dong. Emang kita bilang rise yaa? Gak ada tuh! Ngerasa kesindir kalian yaa”
“kita nyantai lahh. Kalian aja tuh banyak bacot”
“please yaa jaga omongan dong”
“ehh dasar loe alvinoszta penakut. Lemah,cuihh najis”
“apaloe bilang”
Begitulah yang terjadi. Memang tak semua rise dan alvinoszta seperti itu, tapi di hati mereka saling menjelek jelekan.
“vin liat deh” kata sivia sambil memperlihatkan komenan di facebook tentangperkelahian antar rise dan alvinoszta.
“udahhh vi, kita jangan bahas itu lagi. Lagi jalan juga ngapain mikirin itu?” kata Alvin sambil nyetir mobil
“tapi vin, aku kasihan sama alvinoszta. Masa kamu gak peduli sama fans kamu”
“viiaaa. Aku tuh emang cuek, tapi aku juga peduli kok sama mereka. Kalau aku negur mereka lewat tweet ntar alvinoszta yang gak tau apa-apa ikut heboh via, kan cuman beberapa alvinoszta aja yang githu”
“ohh iyaaa.. Alvin ternyata pinter deh”
“siapa dulu dong? Pangerannya sivia githu” kata Alvin bangga sambil menepuk dadanya
“ihh.. gombal” kata via sedikit manyun
“hehe tapi suka kan?” kata Alvin dengan sedikit menggoda. Sivia hanya tersenyum malu dan salting
“ehh.. via. Rio gag ganggu kamu lagi kan?” kata Alvin tiba-tiba mengalihkan pembicaraan
“iyaa, kamu tenang aja kok beberapa hari ini dia udah gag ganggu lagi”
“syukurlah vi.. aku bingung vi, kenapa rio itu selalu nyamain aku? Dan nganggap aku saingan”
“mungkin karena kamu sempurna vin,dia ngiri. Hehe” kata sivia tersenyum dan mengembangkan lesung pipitnya
“kalau dia nganggep aku saingan gapapa vi, dia mau ngmbil semuanya juga gapapa. Semuanya dia ambil dari aku juga gapapa tapi aku gag mau dia ngmbil kamu dari aku. Kamu itu segalanya vi, aku rela ngorbanin semuanya” kata Alvin panjang lebar
“alviiiinnn, kamu tenang aja kok vin. Aku gag akan pernah ninggalin kamu. Aku cinta sama kamu, dan gag akan pernah cinta sama rio”

“makasih vi, kamu memang wanita paling sempurna”. Mereka pun melanjutkan perjalanannya.
***
Alvin menghentikan mobilnya di sebuah café, dan membuka kan pintu mobil sivia layaknya seorang pangeran yang menyambut putrinya
“makasihh” kata via tersenyum
“udahh masukk yuukk” kata Alvin mulai berjalan dan merangkul pinggul sivia. Benar-benar pasangan yang mesra, pantas saja mereka di katakan best couple.
“lama yaa vi, kita gag makan berdua kea gini,biasanya cuman di lokasi atau tempat show” kata Alvin
“iyaaa.. kamu sih, sibuk mulu. Tapi aku seneng kok vin, di mana aja kita makan yang penting selalu berdua”
“makasih vi, kamu emang pengertian” kata Alvin sambil mencium tangan sivia, sivia senyum dengan tulus.
“pesenannya lama yaa vin?” kata sivia
“hehe dasar bakpia, udah kelaparan aja haha” kata Alvin menarik hidung via karena gemes
“uduuhh. Sakit tau isshh” kata sivia manyun.
“ya udah sambil nunggu pesenannya, kamu nunggu di sini aja yaa. Aku ada urusan bentar” kata Alvin mulai berdiri dari tempat duduknya
“ehh vin.. yahh udah main nyelonong aja” kata sivia
Alvin sekarang dia berada di belakang panggung, sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang. Lalu dia menaiki panggung itu.
“selamat malam semuanya, mala mini saya ingin bernyanyi khusus buat sivia gadis yang sangat saya cintai. Maaf kalau selama ini aku terlalu sibuk. Yaudah langsung saja lagu ini buat kamu vi”
Sedalam yang pernah ku rasa
Dirimu hanyalh untukku
Terukir manis dalam renunganku
Jiwaku jiwamu menyatu

Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih di hatiku
Sivia begitu terkagum dengan penampilan Alvin. Memang selama ini dia selalu melihat penampilan terbaik Alvin, tapi beda dengan ini, sivia benar-benar merasa ngefly dibuat oleh Alvin. Alvin menuruni panggung di sambut tepuk tangan meriah dari arahpenonton
“alviinn.. makasih sayang” kata sivia menyambut Alvin dan langsung memeluknya
“cieee..ciee seorang Alvin jonathan ternyata romantic yaaa” kata salah satu pengunjung
“haha iyaa kirain cuek kea biasanya”
“waahhh.. memang benar-benar pasangan serasi”
“semoga langgeng yaa mereka berdua”
Begitulah komentar komentar dari para pengunjung di café itu
“makasih yaa sekali lagi vin, aku sayang kamu”
“aku juga vi, makan yuukk ntar dingin gag enak lagi”
“yuukkk” mereka pun menikmati acara malam mereka. Hari ini hari yang indah bagi sivia dan Alvin. Tapi hari yang buruk bagi dia yang kini sedang mengikuti Alvin
“sialan loe vin, inget vin. Gue ga bakal biarin sivia sama loe, dia harus sama gue” orang itu adalah orang yang merasa terus tersaingin oleh Alvin ya dia adalah rio.
***
Hari ini Alvin tidak menemani sivia karena sedang sibuk sekali, dan menjadi kesempatan rio buat ngejalanin rencananya
“tumben sendiri vi? Biasanya nempel Alvin mulu dah”
“loe sendiri ngapain ke sini?”
“gue cuman mau ngasih tau loe kalau Alvin itu ada cinlok sama shilla”.
“gue tau kok yo, loe itu ga suka hubungan gue sama Alvin, tapi gag usa fitnah Alvin dong”
“loe ga percaya? Silahkan liat dia sekarang ngapain kalu ga ada loe”
Sivia mulai terpengaruh dengan kata rio-rio itu, dia buru-buru menyusul Alvin. Saat tiba di sana sivia melihat pemandangn yang tidak mengenakkan dan membuat hatinya begitu hancur. Dia berlarisambil menangis. Alvin tak melihat sivia melihat semua kejadiaan yang tejadi tadi.
***
@kamar sivia
Sivia hanya bisa menangis mengingat kejadian tadi, saat shilla menyuapkan makanan ke mulut Alvin dan Alvin tak berusaha menolak dia. Hatinya begitu hancur dia ga nyangka Alvin bisa main hati dengan teman satu lokasinya.
“Alvin, loe tega vin” sivia hanya bisa menangis dan mengurung diri dan menagis di kamarnya.
Sudah beberapa hari sivia tidak member kabar sama Alvin, Alvin jadi sangat khawatir dan memutuskan untuk pergi kerumah sivia.
“ohh Alvin, gini nak Alvin.. dari kemaren via ngurung diri terus di kamarnya, dia juga ga mau makan. Tante khawatir sama sivia. Kamu mau kan bujukin via buat makan”
“iyyaaa tante, Alvin bantuin kok”
“ohh yaaa.. kalau ada masalah sama sivia. Selesain secepetnya yaa vin, tante kasihan sama sivia”
“aduhh maaf tante, tapi Alvin rasa kita ga ada maslah. Kalau ada masalah pasti kami selesain secepetnya”
“yaa udah ini makanan buat via, tante mohon banget vi”
“iyaa, pasti tante”
Alvin pun mengetuk pintu kamar sivia dan langsung masuk. Saat itu sivia duduk di sofa sambil mandengin fotonya bersama Alvin dan menangis
“viaaa…” kata Alvin saat ,melihat gadisnya itu sedang menangis, lalu meletakkan makanannya di samping meja
“viaa.. kamu kenapa” kata Alvin memeluk sivia
“ngapain kamu ke sini” kata sivia dingin dan melepaskan pelukan Alvin
“aku jengukin kamu lah vi, udah beberapa hari kamu ga ngabarin aku, aku khawatir lah vi”
“khawatir?” kata sivia tersenyum kecut.
“iyaaa vi, aku ounya salah ya vi sama kamu? Aku salah apa?”
“khawatir? Bukannya kamu seneng kalau aku ga ada kamu bisa berduaan sama shilla?” kata sivia tersenyum kecut
“kamu ngomong apa sih vi? Aku sama shilla? Ga ada apapa kok vi?”
“gag usah bohong vin. Mulai sekarang aku mau kita putus!” kata sivia dengan tegas
“apa vi? Gag bisa vi? Apa alasannya? Aku masih cinta banget sama kamu vi”
“alasannya karena kamu udah main hati sama shilla”
“sivia. Aku ga ada main hati sama shilla. Aku tuh cintanya cuman sama kamu”
“bohong kamu vin”
“bener sivia sumoah,, aku ga pernah bohong. Tolong ngerti vi..”
“apa kamu bisa jelasin kenapa waktu itu kamu mau di suapin sama shilla”
“hahaha yang itu?” kata Alvin sambil ketawa
“kok ketawa sih?”
“ya ampun via sayang, itutuh shilla katanya mau pergi alias pindah ke amerika. Dia mau salam perpisahan sama aku. Sebagai tanda minta maafdia mau nyuapin aku. Akunya sih ga mau tapi dia yang maksa. Yaudah aku amu aja, daripada ntar ribet juga.
“ohh.. githu..” kata via mengooo kan perkataan Alvin
“nahh sekarang via maukan baikan sam aku.”
“gimana yaa vin? Padahalkan kita baru putus beberapa menit yang lalu”
“ehh siapa bilang tadi kita putus. Aku gak bilang iya kan”
“hehe.. iayaaa”
“yaudah. Makan buburnya ya vi,u kan udah beberapa hari ga makan”
“Alvin suapin yaa”
“iyaaa nih.. aaaabuka mulutnya”
Sivia pun memakan lahap bubur itu karena sudah beberapa hari dia  dia tidak amkan.
“ya ammpun vi, pelan-pelan maknnya. Belepotan tau” kata Alvin sambil meletekkan piring yang ada di tangannya dan mengambil tissue
“sini aku bersihin. Makan kea anak kecil aja” kata Alvin lalu membersihkan mulut via
“ehh.. iyaa.. bisa sendiri kok ini”
“bawel ahh di bantuin juga.”
“kalau tau aku bawel ngapain datang kesini”
“ya lah mau ke sini. Kan lumayan dapat kissing gratisan” kata Alvin memajukan bibirnya dan mengrahkan pada sivia
“isshhh apaan sih. Dasar omes yaa kamu vin” kata sivia menimpuk Alvin pake bantal”
“haaaa wesss gak kenaa” kata Alvin ngejek-ngejek via karena  via tidak berhasil menimpuknya pake bantal itu
“haaahaaaa… sini neng sivia sayangku, bang Alvin cium” katanya lagi sambil menggoda dan mendekat ke arah via, sedangkan via berdiri lalu pergi ke balkon kamarnya.
“udahh ahh vin capek ini” kata via dengan ngosh-ngoshan
“kamu tidur yaa vi istirahat” kata Alvin tiba-tiba dan membopong sivia ke kasur nya
“ehh Alvin,, turunin! Turunin vin” kata via kaget dan takut gara-gara dia di angkat tiba-tiba
“ga! Diem ahh, atau aku angkat nih ke bawah aku ceburin  ke kolam! Mau?”
“gaaaaaaaaaa! Alvin turunin” kata via ga mau diem
“yaudah mau nih yaa ceburin ke kolam” kata Alvin membopong sivia menuju luar kamarnya dan mendekati kolam renang
“alvvvvviiiiinnn.. ihhh ga mau ga mau ga mau. Dingin tau” kata sivia sambil memeluk erat Alvin di lehernya gar-gara ga mau di ceburin ke kolam.
“nihh yaa katanya  kamu turun, cepetan turun” kata Alvin terenyum jail
“gaaaaaaaaaa…” kata via terpejam sambil mempererat pelukannya pada Alvin
BYUUUUUURRRRR
Bukan hanya sivia yang tercebur, Alvin juga ikut menyeburkan dirinya ke kolam renang
“al.. bgyublepmnn” kata via yang ingin bicara tapi sudah keburu kelelep
“haha.. via lucu banget deh mukanya” kata Alvin membantu via keluar dari kolam renang.
“ga lucu. Ihhh Alvin nyebelin” kata via lalu menyiram Alvin lagi
“aduuhh.. aku balas yaa”
Dan terjadilah perang air antara Alvin dan sivia.
***
Sementara itu, si rio tampak kelihatan kesal gara-gara di twitter pada asik ngomongin antara kejadian Alvin dan sivia kemaren waktu di café itu.
“aaaaaaaarrrrrrrrrrgghh sialan loe vin” kata rio marah dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri
“aduhh, anak mama ini kenapa yaa?” kata mama rio yang menghampirinya
“alaaahh mama ganggu aja, ga tau lagi bête apa?” kta rio marah pada mamanya
“sivia lagi? Ya ampun yo., udah berapa kali mama bilang sih, ga usah lagi pikirin cwe itu. Mending kamu kerja bener-bener. Dan pikirin masa depan kamu. Kalau kamu lebih sukses dari Alvin, mama jamin deh sivia bakal pindah sama kamu”
“tau ahh. Yang dipikirin mama itu cuman uang uang dan uang. Rio ga puas ma kalau cuman punya banyak uang tapi ga bisa ngedapatin sivia. Rio capek, mau istirahat” kata rio berlalu menuju kamar hotelnya karena tadi dia ngobrol dengan mamanya di lobby hotel.
“dasar kamu yo, uang itu lebih dari cinta” umpat mamanya
“tante,, tante kita boleh ketemu rio nggak?” kata anak rise yang tiba-tiba menghampiri mamanya rio
“gak, rio gak ada” kata mamanya judes
“yaah tante, please kami jauh jauh dari semarang buat ketemu rio” kata anak itu melas
“iayya tante. Please” kata temannya yang satu lagi
“gakk. Anak saya tidak boleh ketemu cwe kecentilan kaya kalian. Ngerti” sengit mamanya rio
“tante” kata mereka takut
“pergi. Rio gag boleh di ganggu” katanya lagi. Anak-anak itu pun pergi dengan rasa marah dan kecewa
“enak aja cwe centil githu mau ketemu rio. Huh! Dasar anak kegatelan” umpatnya sendiri dan berlalu pergi dari tempat itu.
***
Hari ini. Hari yang besar untuk Alvin, karena dia akan mengadakan konser tunggalnya. Dengan membawakan 27 lagu terbaiknya, dan berduet dengan artis-arti luar yang cukup terkenal.
Sebagai opening, dia membawakan lagu pertamanya debut di dunia entertainment yang berjudul berteman saja. Dia juga berduet dengan justin bieber, dan beberapa artis tenar lainnya. Alvin juga berduet dengan yesung, lagu yang mereka bawakan adalah waiting for you.penampilan yang benar benar spekatakuler.
Dan sebagai closing, dia berduet dengan kekasih tercintanya, siapa lagi kalau bukan sivia azizah. Saat mereka bernyanyi penonton terdiam dan begitu menghayati duet maut mereka
“sivia, would you marry me?” kata Alvin saat di bait terkhir dan menbungkukkan badan sambil memperlihatkan cincin pada sivia.
Sungguh di luar dugaan sivia, dia kira hari ini dia hanya menemani Alvin pada konsernya tapi dia juga di lamat oleh Alvin
“sivia, jawab vi.. “ kata Alvin lagi
“terima terima terima terima” kata penonton
Sivia mengungguk pelan, dan lantas Alvin pun langsung memeluk sivia.
Yaaeeeeeyyyyy rauh riuh tepuk tangan sangat meriah tak kala sivia menerima lamaran Alvin.
“cium..cium.cium” kata penonton lagi
Ccccuuuppp Alvin mencium sivia di bibirnya dalam sekejap.sivia kaget karena tiba-tiba wajah Alvin begitu dekat dengan wajahnya dan mata mereka juga bertatapan tajam. sivia hanya terdiam. Sedangkan penonton malah bersorak gembira.
***
Besok paginya, di majalah Koran ataupun tabloid, ada dua hot lines yang menghiasa cover-cover di majalah atapun Koran. Kabar buruk dan kbar baik.kabar buruknya adalah.
“anak dan ibu tewas di kamar hotel”
“rio dan ibunya tewas di hotel”
“dugaan sementara, rio membunuh ibunya dank arena stress dia mengkonsumsi narkoba dan akhirnya overdosis”
“anak mebunuh ibunya, lalu tewas overdosis narkoba”
“rio., membunuh lalu overdosis narkoba”
Sementara kabar bainya adlah
“SIVIA AZIZAH MENERIMA LAMARAN ALVIN JONATHAN”
“KECUPAN MANIS DARI ALVIN UNTUK SIVIA SAAT MENERIMA LAMRANNYA”
“ALVIN SIVIA PASANGAN YANG AKAN SEGERA MENIKAH”
“ALVIN MELAMAR SIVIA”
“LAMARAN ALAVIN PADA SIVIA YANG DI DUKUNG OLEH PARA FANS”
“KONSER TUNGGAL ALVIN DAN LAMARANNYA OADA KEKASIHNYA SIVIA AZIZAH”
Yuuppsss itulah akhir dari kisah permusuhan antara Alvin dan rio, rio sendiri yang memutuskan permusuhan itu karena dia sudah menghabisi nyawanya sendiri.
***
7 tahun kemudian
Alvin dan sivia sudah menikah dan mereka memiliki anak bernama alvia azita azizah jonathan. Seorang gadis cantik dan anak yang baik
“awww.. papaaaaa.. sakit” kata azita ketika dia jatuh di sepedanya
“tuhh kan, papa bilang hati-hati” kata Alvin menghampiri anaknya
“hikss.hikss sakit pa”katanya memegangi lukanya
“sini papa gendong kerumah, biar mama yang obtain. Lavin pun menggendong anaknya menuju rumahnya
“mamaaaaa.. liat nih anakmu luka lagi” kata Alvin memanggil sivia
“yaa ampun zita, hati-hati sayang. Kamu juga vin, jaga anak yang bener” omel sivia pada Alvin
“iyaaa” kata allvin lesu.
“aduuuduuuhh ma..paa.. perutku sakit” kata azita tiba-tiba
Sivia dan alvinpun cemas dan mendekati Azita
“kenapa sayang”
“heee.. heee gapapa kok” cengir azita
“dasar yaaa anak papa ini, pinter bohong, awas kamu. Papa gelitikin ini”
Sivia dan alvinpun menggelitiki anaknya
THE END
Maaf jelek. Ga konsen ngetik, jadi ide ngawur ke mana-mana

MISS YOU (ALVIA)

hari ini Alvin bersiap-siap untuk pergi ke kampusnya, dengan memakai jas khusus mahasiswa universitas alvinoszta. Alvin begitu tampak sangat berwibawa dan berkarisma saat memakai pakaian itu. Sungguh sangat  mempesona. Dia bercermin di kaca sambil membenarkan gaya rambutnya itu.
“hmm.. udah keren, moga hari ini beruntung” kata dia bercermin dan berbicara pada dirinya sendiri. Kringg kring jam  yang ada di samping lemari tempat tidurnya bordering. Dia mengmbilnya dan saat itu ada angin kenvang yang berhembus kencang hingga menerbangkan semua kertas yang ada di meja kerjanya  dengan cermat dia mulai membereskan.
Dddrrrrrtttt… handphone Alvin bordering, ternyata itu dari deva
“haloo! Kenapa dev?” kata Alvin sambil membereskan kertas-kertas itu
“haloo vin, jangan lupa hari ini loe bawa kertas itu. Ingat jangan sampai lupa” kata deva di seberang sana
“iyaaa, loe tenang aja”
“buruan deh loe ke sini”
“ini bentar lagi.. tapi loe juga punya copy’an nya kan?’”
“iyyaaa sih, tapi puny aloe lebih rapi, yang ini cumanbuat cadangan”
“okee. Bentar lagi, gue usahain deh”
“sipppp” kata deva dan memutuskan sambungan telefonnya
Alvin sudah selesai membereskan kertas-kertas itu, tapi tiba-tiba apartementnya bergetar seperti ada gempa. Meja dan canhkir yang ada di situ bergetar. Dilihatnya ke arah jendela seperti ada meteor jatuh. Dengan segera dia mengambil kameranya dan memotron pemandangan yang sangat jarang terjadi itu.
Jepreettt jepreettt Alvin mengambil foto meteorjatuh itu. Di lihatnya di kamera itu tampak sangat jelas, dia pun melihat kembali jam tangannya. Sepertinya Alvin sudah mulai terlambat.
Alvin hanya berjalan kaki ke kampusnya, karena dia sedang berada di korea. Orang korea biasanya hanya berjalan kaki ataupun naik kereta api.
Di jalan Alvin melihat tempat meteor jatuh itu di tengah jalan raya. Sepertinya benda yang jatuh tadi begitu di jaga ketat pasukan khusus yang entahlah Alvin pun tidak tau itu. Jalan raya itu tampak hancur, dan banyak yang terlihat di situ adalah bulu-bulu, seperti bulu angsa putih mungkin. Karena Alvin terburu-buru dia menghiraukan kejadian itu.
Alvin terus saja berjalan dan dia melewati gang kecil yang sangat sepi. Saat melewati itu dia kaget dan lalu berhenti melihat seorang gadis cantik yang sepertinya sedang ketakutan dan lihat. Sepertinya ada sayap di punggungnya.
Gadis itu gemtaran, dia tertekuk dan wajah ketakutan begitu tampak. Alvin begitu penasaran dan mendekati gadis itu. Saatdi dekati, sayap gadis itu menghilang, dan sepertinya di sembunyakannya.
Alvin mulai mendekatinya dan mulai berbicara padanya.
“kamu kenapa sendiri?’’ tany Alvin pada gadis itu. Namun gadis itu tak menjawab
“siapa kamu, kenapa sendiri di sini, kamu tersesat” kata Alvin lagi, namun sama kea tadi. Tak ada jawaban dari Alvin.
“apa kamu mau ikut aku” ajak Alvin, dan kahirnya gadis itu pun mengangguk memberikan respon.
Alvin pun membopongnya menuju apartementnya kembali dan menghiraukan janji nya dengan deva tadi. Saat di gendong, Alvin begitu memperhatikan gadis itu, cantik sangat cantik
“cantik”  lirih Alvin tak sadar saat menggendong gadis itu. Sedagkan gadis itu hanya tersenyum tipis
@APARTEMENT
Alvin membaringkan gadis itu di kasur dan lalu dia mengambil kotak p3kdi lemarinya. Sepertinya gadis itu sedang demam dan kesakitan menahan luka yang ada di punggungnya.
“sivia, boleh aku manggil kamu sivia?” kata Alvin pada gadis itukarena dia bingung dengan nama gadis itu. Gadis itu sepertinya sedang tidur hingga dia menghiraukan kata Alvin tadi.
Dengan lembut Alvin membelai rambut sivia dan penuh kasih sayang. Sivia terbangun karena dia merasa ada yang membelai dia, dia bangkit lalu memandang ke arah Alvin. Mereka seperti salah tingkah dan menutupinya dengan senyuman indah masing-masing.
“boleh aku manggil kamu sivia?’’ Tanya Alvin lagi mengulangi pertanyaanya tadi. Sivia hanya mengangguk dan tersenyum lagi.
Alvin pun mulai mengobati luka sivia yang ada di punggungnya
“awwww” rintih sivia saat Alvin mengobati lukanya
“ehh maaf vi, tahan dikit yaaa” kata Alvin lagi
“ahhhh” rintih via lagi
“ya ampun, sabar vi, luka kamu dalam banget” kata Alvin yang miris melihat luka sivia yang lumaya cukup parah
“nahhh.. udah selesai. Sekarang kamu istirahat yaaa” kata Alvin lembut dan membaringkan lagi sivia ke kasur dan kembali ke dapur untuk mengembalikan kotak p3k.
Saat di tinggal Alvin, sivia bangkit dan memandang lekat punggung Alvin menuju dapur dan sivia melihat lihat keadaan sekitarnya. Dia tersenyum dan mungkin karena dia senang dengan kebaikan Alvin.
Dia pun kembali tesenyum dan berbaring di kasur itu dan mencoba memejamkan matanya. Sedangkan Alvin duduk di sofa dan melihat ke arah sivia dengan tersenyum.
“semoga kamu betah tinggal disini” batin lavin. Dia terlihat sangat senang. Alvin sudah mulai jatuh cinta pada gadis itu. Gadis yang iya beri nama sivia dan gadis yang iya temukan sedang ketakutan dan terluka, serta gadis yang pernah di lihatnya mempunyai sayap seperti bidadari yang biasanya iya lihat di tv.
“semoga kehadiran kamu bisa haous kesepian aku” kata Alvin pelan dan melihat kearah sivia yang berbaring di kasur. Alvin pun mulai mencoba tidur di sofa itu. Tidak mungkin kan dia tidur se kasur dengan sivia
***
Sementara itu, ada dua orang laki-laki berjas dan berpakain serba putih, kacamata hitam dan tongkat sedang berada di jalan gang sempit tempat Alvin menemukan sivia tadi. Mereka memeriksa tempat tadi dan menemukan sisa buku dari sayap sivia yang terjatuh di tempat itu. Nampak senyum licikyang adadi raut wajah sangar mereka. Selain menemukan bekas bulu dari sayap sivia tadi,mereka juga menemukan darh bekas luka sivia. Sepertinya dua pria itu berasal dari tempat yang sama dengan sivia dansedang mencari sivia.
***
Sivia,di pagi itu tampak begitu ceria, doa menari-nari kecil dan memegang benda-benda yang ada di sekitarnya dengan begitu ceria. Alvin terbangun ari tidurnya.sivia hanya memandang Alvin dengan senyuman dan wajah yang malu, begitu juga dengan Alvin.
“gapapa kok, ga usah malu vi,,. Anggap aja rumah kamu sendiri” kata Alvin sedikit malu dan mennggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum manis pada sivia.
“hmm” kata sivia mengangguk dan mulai kembali menari-nari sambil memainkan lampu yang ada di apartement itu
“viii..aku boleh naya sama kamu?” kata Alvin, sivia hanya ngangguk
“kamu dari mana, dan sepertinya kamu gak dari planet ini. Pertama kali aku liat kamu, di punggungmu ada sayap. Apa kamu jatuh bersama meteorite” cerocos alvinpanjang lebar. Sivia hanya  diam. Sepertinya dia ingin menjawab tapi tidak bisa, dan yang terlihat hany raut bingung sekaligus kecewa yang ada pada muka sivia.
“maaf vi, sepertinya akmu memeng ga bisa jawab” kata Alvin
“tapi, siapapun kamu dan dari manapun kamu bersal, Alvin yakin sivia adalah malaikat yang diturunkan tuhan untuk menemani Alvin” kata Alvin lembut dan memeluk sivia
“a.aa..ll..vin” kata sivia terbata dan mulai berbicara pada Alvin saat dalam pelukan Alvin tadi. Alvin kaget danmelepas pelukannya
“apa kamu bilang tadi vi?” kata Alvin kaget dan tak percaya sivia bisa berbicara
“Alvin.,, Alvin,,alvinn” kata sivia lagi
“ ya ampun sivia, aku senang banget kamu bisa nyu=ebut nama aku” kata Alvin gembira
“Alvin” dan hanya itu yang bisa sivia ucapkan.
Sepertinya sivia hanya mengeerti dengan apa yang di uca[kan Alvin, hanya saja dia tak bisa mengungkapkan dan bicara dengan bahasa yang Alvin.
Keadaan sivia sepertinya sudah mulai pulih, hamper dua minggu sivia berada di rumah Alvin dan Alvin pun selalu setia menemaninya, hari demi hari berlalu merka lalu bersama, mungkin tumbuh cinta di hati Alvin  dan sivia.
Malam itu,sivia sedang berdiri di balkon apartement Alvin. Sepetinya dia sedang memandang diamke arah bintang. Dari belakang perlahan Alvin berjalan dan mengagetkan sivia. Alvin memegang bahu sivia dansivia sontak agak sedikit kaget
“ehhh” kata sivia dengan tampang kagetnya.
“heeee..heee.. maaf kaget yaa?’’ kata Alvin. Svivia hanya mengguk dan melihat dengan tampang heran ke arah punggung Alvin. Alvin sedang memakai sayap palsu yang bikinan dia sendiri. Sepertinya Alvin tau dengan maksudtatapan Alvin.
“ini? Alvin tau pasti sivia kangen sama teman=teman sivia” kata Alvin dan mendapat anggukan dari sivia
“jadi Alvin sengaja makai ini biar sivia bisa ngilangin kangen sivia” sivia tersenyum kearah Alvin.
“Alvin sayang sivia. Sivia sayang Alvin” kata sivia. Kini dia sudah mulai nisa mengerti dan menggunakan bahsa yang sama dengan Alvin.
Alvin tersenyumsenangke arah siviadan menatap lekatsivia dengan lembut. Mereka mencoba memejamkan mata dan mulai mendekatkan muka mereka. Semakin dekat, sivia yang mersa aneh dengan keadaan ini membuka matanya dan memalingkan mukanya kea rah langit dan menunjuk bintang jatuh.
“ehh” kata sivia sambil menunjuk ke arah langit. Sementara Alvin hanya salah tingkah di buatnya.
“iayyyaaa.. ada bintang jatuh. Cepet buat permintaan vi” kata Alvin. Mereka berdua memjamkan mata dan masing-masing berdoa supaya doanya bisa terkabul
“semoga selamanya aku bisa sama kamu vi, aku gak mau kamu pergi, tetap di sini temani aku vi, maaf kalau selama ini aku jahat berdoa agar kamu tidak dapa pulang. Tapi semua karena aku cinta kamu sivia. Semoga selamnya bisa bersama” bathin Alvin
Alvin tersenyum dan menggenggam tangan sivia, merka berdoa meraskan momen-momen kebersamaan yang romantic seperti ini.
Alvin dan sivia memejamkan matanya,merasakan dinginnya malam dan hembusan angin. Terdiam dalam genggaman tngan yang erat. Saat Alvin dan sivia n=memejamkan matanya, sayap sivia mengembang dan menyelimuti Alvin dan sivia. Alvin mersakan kehangatan yang terjadi. Yapi dia tidak mau membuka matanya dan memboarkan hangatnya kasih sayang ini bisa hilanh brgitu saja. Malam itu begitu sangat indah.
***
Alvin tampaknya habis berbelanja dari pasar. Dia tersenyum n=berjalan ke arah pintu apartementnya. Alvin terkejut ketika  melihar pintu itu terbuka sedikit dan dari luar Nampak jelas apartementnya sangat berantakan. Dia segera masuk ke dalam dan begitu terkejutnya dia
Sivia, gadis yang sangat di cintainya sedang di ganggu oleh dua orang asing. Kelihatannya sivia Nampak todak bisa bergerak karena di ikat oleh suatu kekuatan yang bahkan lavin pun tidak dapat melihatnya.
“sivia” saivia hanya bisa diam. Dia tak berdaya melawan. Alvinmulai mendekat kea rah sivia dan berusaha melepaskan sivia dari dua orang asing itu
“lepaskan sivia” kata Alvin mulai melangkah tapi terhenti
“aargghh” kata Alvin yang mencoba menahan sakit akibat kekuatan orang itu. Sivia pun mulai menangis karena tidak tega melihatalvin begitu kesakitan samapi-sampai dia terjatuh.
“alviin,,” tangis sivia pecah.
Sivia begitu kesakitan dan sedih,dia mengeluarkansemua kemampuannya,saat sayap dia keluarkan semua kekuatan yang membelelnggu itu terlepas dari sivia dan Alvin., sivia begitu penuh dengan sinar. Cahaya menyelimuti tubuh sivia dan dia tersenyum lega kearah Alvin. Cahaya itu semakin menyilaukan mata Alvin dan dia sedikit menutupi matanya, saat itu sivia pergi dengan senyumnya dan menunggalkan Alvin.
Saat cahaya itu pudar, keadaan kembali seperti semula. Saat dimana pagi Alvin sebelum beertemu dengan sivia. Dia melihat kecermin dan kepalanya sakit. Dia meras kehilangan sesuatu yang sangat penting, tidak tau itu apa. Sesuatu yang kini membuatnya merassa bingung, Alvin sangat menyayangi itu dan merasa bahagia di moment itu, tapi entahlah,, dia hanya merasa itu dan tak mampu mengingat apa yang terjadi.
“aww” kata Alvin sambil memegang kepalanya. Di lihatnya ada bulu yang tergeletak di lantai, seperti bulu dari sayap sivia.
“sivia…” kata itu terlontar saja di benak Alvin. Alvin hanya mampu mengingat nama itu dan dia begitu penasaran dengan apa yang hilang dalam ingatannya.
Kejadian serupa saat pagi itu kembali terjadi. Saat jamnya bordering, kertas yang berterbangan dan telfon dari deva. Alvin merasa semua itu adalah de javu, kejadian yang pernah dia alami. Ddan dengan segera dia mengambil kamera yang ada di mejanya dan melihat isi kamera itu.
Hanya Nampak langit yang cerah tak ada meteor yang Nampak jatuh. Alvin menangis, dia sangat merindukan seseorang yang bahkan dia tidak tau wajahnya, hanya merasakan rindu yang mendalam.
“SIVIA” hanya itu yang dapat dia ingat dan dia yakin bahwa dirinya sedang merindukan orang itu.
“siapapun kamu dan dimanapun kamu, aku merindukanmu SIVIA” .
Alvin, setelah kejadian itu sia berusaha mengingatnya, bahkan sampai sekarang tak ada satu pun memori yang indah saat bersama sivia dia ingat. Tapi dia selalu mersa merindukan sosok itu.
SIVIA P.O.V
Setelah beberapa lama tersesat di dunia itu, akhirnya aku bisa kembali ketempat seharusnya aku berada. Saat ini aku memendang ke arah jendela kamarku. Memandang lurus arah luar dan memikirkan Alvin yang ada di sana.
Alvin, dia orang yang menelong ku saat tersesat di dunia itu, dia yang mengobati lukaku dan dia yang memberikan cintanya padaku.
Aku mengingat semua kejadian yang terjadi, mulai saat bertemu dia di sebuah gang kecil lalu dia menggendongku menuju rumahnya dan lalu mengobati luka ku itu. Saat dia berbicara padaku aku tak dapat menjawabnya karena aku tidak tahu harus bicara apa. Namun aku mengerti semua apa yangdi ucapkannya. Namaku ziza, tapi Alvin member namaku dengan sivia. Nama yang indah dan aku menyukainya, mulai sekarang pun aku meminta pada semua untuk memanggilku nama sivia karena hanya itu yang bisa ku bawa sebagai kenang-kenangan aku pernah bertermu Alvin
Alvin, maaf aku lancang mencintaimu dan dan maaf aku harus menghapus semua ingatanmu saat bersamaku. Biarkan hanya aku yang mengingat kenangan indah itu, aku tidak mau selamanya kamu terjebak dalam cinta yang tak tau bagimana akhirnya, kamu tidak boleh terpuruk dengan semua itu. Masih banyak gadis yang layak untukmu. Kita tidak mungkin bersatu karena dunia kita berbeda.
Alvin, aku merindukanmu… walau jauh aku selalu merindukanmu.
Cinta ini takkan pernah pudar
Sayang ini selamanya untukmu
Dan rindu ini takkakn pernah hilang.
-MISS YOU-
Okee.. gaje banget nih cerpen. Di jamin pada ga ngerti sama ceritanya.
Kalau mau ngerti, liatin video clipnya S.M The Ballad aja yang judulnya MISS YOU.
Kritik saran komen dan like di butuhkan. hehe

CERPEN #hbdsivia14


“kak Alvin, kita ketemuan yaa di tempat biasa, ada yang mau via omongin” kata seorang perempuan
“iyaa, penting ya vi??
”“iyaaa kak, via tunggu yaaa”
“sippp.. sampai ketemu yaaa peri Alvin… love you,, muachh”
“love you to kaak.. dahh”
Tuuutt tuutttt tuutttSambungan telefon di putus sivia. Alvin dan sivia adalah pasangan kekasih. Mereka berdua pacaran sudah 3 tahun. Sivia mengenal Alvin saat baru masuk di sma nya, Alvin adalah kakak kelas sivia dan pertemuaan serta kejadiaan yang terjadi saat mos membuat benuh-benih cinta di antara mereka.Mereka berdua pasangan yang serasi dan banyak yang iri kepada mereka. Sekarang Alvin sudah kuliah di uneversitas tekhnologi bandung (ITB).
Sementara sivia sendiri masih di sma dan sebentar lagi akan memasuki universitas. Ada satu rahasia yang sivia sembunyikan kepada Alvin, dan mungkin hari ini dia akan mengatakannya.
*****
Sivia sudah lama menunggu Alvin di meja no 7, dia dan Alvin janjian di sini, di café milik oma Alvin. Sejak tadi dia menuggu ke datangan Alvin namun tak muncul juga.
“ihhh,.. kak Alvin kebiasaan banget sih ngaretnya. Ini udah gondok nungguin. Ga tau apa ini lagi penting juga”
 omelnya dalam hatiSudah hamper setengah jam sivia nunggu Alvin, tapi tak datang juga.
“adduuuudduuhh… sorry ya vi, lama nunggu. Tadi si ify ganggu trus macet juga di jalan”
“kakak tau ga berapa lama aku nuggu?? Kak Alvin malah mentingin aku di banding ify. Isshhh”  kata via lalu memelingkan wajah kepada Alvin
“via sayang, jangan ngambek dong. Kamu tau sendiri kan ify gimana? Manjanya minta ampun, mending tadi kak Alvin nurutin dia. Dia mau ikut kak Alvin”“ouhh kenapa sekalian ga di bawa aj ify nya kak?” jawab via dengan judesnya
“jangan ngomongin itu ahh. Katanya kamu mau ngomong penting??”
“ngalihin pembicaraan nih??” kata via
“ga sayang, soalnya kak Alvin ga mau bahas ini. Kan abis nemuin kamu kak Alvin mesti cepet-cepet ke kampus” cengir Alvin
“udah ahhh.. kak Alvin ga usah tau. Pergi ajake kampus sana”
“yaaahh via kok ngambek sih?? Mau coklat?” kata Alvin berusaha merayu sivia
“gag mau” manyun via“es krim?” tawar Alvin lagi
“gag”
“kue?”
“gag”
“baju?”
“gag”
“sepatu”
“gag”
“jam”
“gag”
“cium???”
“apaan sih..” kata sivia manyun.
“haha abisnya semuanya pada gag mau, siapa tau via minta cium kak Alvin”
“udah, via pergi nih” katanya berlalu meninggalkan sejumlah uang dan meninggalkan Alvin dari meja itu
“yaaahh via beneran ngambek” Dengan segera Alvin menyusul via keluar café dan dia melihat via membuka pintu mobilnya. Dengan cekatan Alvin langsung masuk mobil itu dan duduk di depan mendahulaui sivia
“ihhh gag sopan”  gumamnya sendiriDengan terpakasa dia tak jadi menyetir sendiri dan membiarkan Alvin menjadi supirnya sebentar.
*****
Alvin menjalankan mobil itu menuju rumahya sivia.
“via, kamu bisa nggak jangan kea anak kecil githu?”
“siapa yang kea anak kecil? Dari dulu via emang gini kok! Ouhh atau kak Alvin udah ga tahan sama aku githu?
”“ga vi, kak Alvin itu sayang sama sivia”
“lah terus? Harusnya bisa nerima kekurangan via dong?”
“sekali kali via ngertiin kak Alvin juga dong”
“ngeluh ceritanya?“via. Please dong ahh.. jangan kea gini terus? Kak Alvin paling ga tahan kalau via jutekin gini”
“yaudah kita putus aja” kata via tiba-tiba dan mengagetkan alvinhingga membuatnya ngerem mendadak
“aduuhh.. hati-hati dong kalau nyetirnya” kata via sambil memegang jidatnya yang sakit gara-gara kebentur”
“via.. kamu ga salah ngomong kan yang tadi? Kamu kenapa tiba-tiba pengen putus?”
“iya via serius. Via gag mau ngebebanin kak Alvin lagi, via ga mau nyusahin kan Alvin lagi. Lagian juga via mau..” perkataanya terpotong
“via, kak Alvin ga mau putus. Kak Alvin udah cinta mati sama kamu vi, kamu kenapa ? apa ada cwo laindi hati kamu?”
“ga. Ga akan pernah ada laki-laki lain. Aku sayang kak Alvin,dan aku pengen kak Alvin bahagia gag tersiksa seperti ini” kata via
“kamu bahkan nyiksa kak Alvin kalau kita putus. Please vi, kamu kenapa jadi minta begini”
“kak Alvin bakal nyiksa diri kalau terus sama aku, karena via bakal..”
“via kenpa? Bakal apa?”
“via akan kuliah di luar negeri. Via yakin kak Alvin ga akan tahan berhubungan jarak jauh dengan via”
“lho? Bukannya kamu amu kuliah satu kampus sama kaka?”
“itu dulu kak, mama nyuruhb aku buat kuliah di jepang. Lagian menurut aku. Di jepang memang nigara baik untuk belajar desain. Dari dulu via pengen jadi desaigner kan kak? Please kak, kita putus aja”
“ga vi, kaka Alvin ga mau putus. Kak Alvin bakal lakuin kalua memang kita harus berhubungan jarak jauh”
“tapi aku takut kak Alvin bakal selingkuh sama cwe lain. Itu lebih nyakitin kak di banding kita harus putus baik-baik”
“via. Kak Alvin janji, kak Alvin ga akan pernah selingkuh. Please vi, kak Alvin sayang banget sama kamu.” Kata Alvin sambil menggengga tangan via. Semetara sivia hanya bisa tertunduk
“kamu mau kan vi?”
“kak Alvin janji?” Tanya via
“janji vi”Sivia hanya mengangguk pelan. Dia berharap semua apa yang di omongkan Alvin itu tak di ingkarinya.
“makasih vi. Kak Alvin ga akan pernah ngingkarin”
****
2 tahun kemudian (12 februari 2011)
“haloo kak Alvin, besok via mau pulang. Jemput yaa kak”
“beneran vi? Assiikkk.. pasti kak Alvin jemput,kak Alvin udah kangen banget sama via”
“hee,, via juga kangen sama semuanya. Via kan mau pulang mau ngerayain ulang tahun di sana sama temen-temen, dan ngerayain anniversary kita kak”
“pastiii.. kaka bakal ngasih kejutan sama kamu vi”
“makasih kak. Udah yaa via mau tidur, besokkan mau pulang”
“selamat tidur via. Love you”
“love you too” .Alvin sangat senang dengan kepulangan sivia nanti, keluarga via juga begitu. Mereka mengadakan pesta untuk menyambut ulang tahun sivia itu
 “Alvin nanti bantu tante yaa nyiapin pesta buat sivia”
“iyaalah tante, pasti Alvin bantu”
“sekarang kamu mau kan beliin semua barang yang ada di sini” kata mama via samba menyerahkan daftar belanjaan.
“iyaa tan. Alvin pergi dulu yaa” pamit Alvin pada calon mertuanya itu
*****
February 13, 2011
 “siap-siap jemput sivia di bandara. Yuhuuuu neng via sayang, akang Alvin datang menjemput” teriaknya di depan cermin dengan semngat. Hari ini Alvin berdandan sangat rapi untuk menjemput sivia. Dia melihat jam di tngannya dan waktunya dia pergi ke bandara.
 Dia bergegas menyambar kunci mobil di atas lemari dan segera turun ke bawah.Tapi sepertinya ada yang bakan menggangu rencana Alvin, siapa lagi kalau bukan sepupu Alvin yang manja, si ify.
“aduh, gawan nihh. Tuh cwe ngapain ke sini?”
“huaaaaaa kak Alvin, rio mutusin aku” teriaknya pada Alvin
“aduh, apaan sih pake teriak-teriak”
“kak, temenin aku pulang ke bogor kak, aku mau pulang. Aku patah hati”
“gag, sama supir aja kan bisa, lagian aku juga ada acara sama via”
“ga mau. Aku mau sama kak Alvin”
“pokoknya ga” bentak Alvin
“tanteeeee.. kak Alvin jahat” kata ify ngadu pada mama Alvin
“aduh vin, bentar deh ya temenin ify. Mama bête tau dia di sini”
“mama apaan sih, Alvin juga ga suka sama ify”
“ayolah vin, mama pusing”
“mama” manyun Alvin
“kak Alvin mau kan??”
“iya, bawel ahh loe”
“yee asikk”
“diem deh loe,cepet masuk mobil ”Dengan terpaksa Alvin mengantarkan ify pulang ke bogor. Dia ngebut di jalan karena dia sudah janji sam via, tapi spertinya dia tidak bisa menepati janji itu karena di jalan sangat macet.
Sementara sivia yang sudah lama nunggu Alvin di bandara memutuskan buat pulang sendiri dan naik taxi.BRRRAAAKKKKKSivia pulang ke rumahnya dan langsung membanting pintu.
“via. Kenapa sayang? Kok pulang langsung marah”
“huaaaaaaaa…” bukannya menjawab sivia malah menangis dan langsung berlari ke kamar atas ke kamarnya sambil menangis
“huaaaaaa… kak Alvin jahaaaattttt, viaaaa benci kak alviinn.. aaaaaaa” teriaknya ga jelasSivia terus-terusan menagis di kamarnya karena dia sangat kecewa denga Alvin.
“pasti berantem sama Alvin ini. Dasar anak muda sekarang” gumam mama via
“halloo Alvin, ke rumah sekarang yaaa” kata mam via saat menelphone Alvin
“iyaa tante”
“cepetan yaa vin”
***
“aduuhh pasti via udah pulang duluan ke rumah yaa. Mapus gue.. ya tuhan, dasar sepupu sialan” batin Alvin.Alvin menambah kecepatannya agar cepat sampai di rumah sivia. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya sivia nanti. Dia harus siap kena omelan dari sang pacar tercintanya ituTing tong
“ehh.. den Alvin, masuk den” kata pambantu rumah itu
“iyaa bi, via udah pulang??”
“iyaa den dari tadi dia pulang sambil nangisnya di kamar”
“kalau tante mana??”
“itu ada di ruang makan den”
“yaudah ya bi” Alvin pun berjalan menuju ruang makan menemui mama sivia,
“tantee” kata Alvin menyapa calon mertuanya itu
“Alvin,duduk dulu nak, makan sama kita”
“ga usah tante, makasih” tolak Alvin halus
“vin, kamu ada masalah apa sama sivia? Pulang dari bandara dia langsung nagis ke kamar”
“aduuh, gini tante, via kan minta jemput Alvin. Alvin udah pengen jemput, tapi karena ada masalah dikit Alvin telat jemput sivia. Mungkin sivianya marah”
“ouuhhh githu, vin maukan bantuin tante? Kamu kasih makan ini ya sama sivia. Sekalian kamu jelasin sama via”
“iyaa pasti tante, Alvin ke atas dulu yaa tan” kata Alvin berlalu sambil membawa makanan untuk sivia. Tokkk tokk takkk tikkk tokkk
“viaaa…’
 kata Alvin di balik pintu
“ngapain ke sini. Pergi sana, sivia ga mau ketemu” teriak sivia di dalam kamarnya
“vii, bukain pintunya dong.. kak Alvin bawa makanan buat kamu nih”
“viaa bilang pergi ya pergi” teriak via lagi
“via marah sama kak Alvin?”
“ga marah, cuman kesel aja. Via ga mau ketemu sam kak Alvin”
“taahh vi, besokkan hari special masa kamu kea gini”
“biarin”
“viaaa bukain dong” rayu Alvin
“……” tak ada jawaban siviaAlvin menyerah, dia tau betul dengan sikap pacarnya itu kalau sedang kesal ga bisa di ganggu. Kalau di ganggu via bakal malah tambah marah.
“aku pulang yaa vi… love you” kata Alvin lesu.Alvinpun berjalan lagi ke ruang makan dan dia pamit pulang. Dalam perjalanan dia terus memikirkan bagaimana caranya agar via bisa memaafkannya. Dia berfikir sangat keras dan akhirnya menemukan ide
.***
Sejak tadi siang sivia hanya mengurung diri di kamar, sebenarnya dia sangat merindukan Alvin dan sudah memaafkannya.
Hanya saja gengsinya terlalu tinggi.Sekarang sudah pukul 10 malam, tapi sivia masih terbangun
“bentar lagi jam 12. Harusnya kak Alvin menjadi orang pertama yang ngucapin happy birthday. Tapi boro-boro deh, orang kak alvinnya aku marahin.”
“aduhh ihh.. via begooo.. ngapain sih pake ngambek segala. Harusnya sekarang seneng-seneng sama kak Alvin telphonan githu… aaaaaaaaaaaa..”
teriaknya dalam hati.Sivia hanya diam di kasurnya sambil menunggu telephone dari Alvin, dia berharap Alvin minta maaf dan berjanji pada dirinya sendiri akan langsung memaafkan Alvin.Sekarang pun sudah jam 11 lewat
.Kreekk kreeekk breeekk (?)
sesuatu telah mengusik lamunan sivia. Suara itu berasal dari jendela kamar sivia.
“hah? Apaan tuh?” kaget via dan mulai bejalan memeriksa  sumber bunyi itu.Sivia membuka jendelanya dengan perlahan karena dia takut kalau itu adalah setan (?).
sedikit demi sedikit pintu itu terbuka dan perlahan sivia berjalan di balkonnya itu *taulah apa namanya githu, gue ga tau*
Mata sivia terbelalak ketika dia melihat seseorang berada di depanyya.
“aa.hvcdjkhbgvdgfdjm” mulut sivia di bekap orang itu
“sssttt…. Jangan teriak nanti ketahuan mama kamu vi” ternyata orang itu adalah Alvi
n“…..” sivia tak dapat menjawab apa-apa karena mulutnya dibekap. Tapi dia mengangguk tanda menyetujui apa yang di katakan Alvin tadi.
“adukk kak. Ngapain malam-malam gini kesini”
“sstttt… bentar lagi” kata Alvin sambil melihat kea rah jam tangannya.Sivia Nampak bingung dengan tingkah laku Alvin.
Jrengg.. jam tangan Alvin menunjukan sekarang waktu jam 00.00 tepat pergantian tanggal menjadi 14 February, 2011.
“happa birthday siviaku.. I love you” kata Alvin langsung memeluk sivia
“kak alvinn” balas via karena dia terharu dengan apa yang di lakukan pacarnya itu
“maafin kak Alvin yaa vi, kak Alvin ga bisa tegas. Maaf kalau kaka punya banyaksalah sama kamu. Kak Alvin selalu sayang sivia” kata Alvin sambil mempererat pelukannya
“iyyaaa,, via juga sayang kak Alvin. Maaf kalau sivia kea anak kecil. Via sayang kak Alvin”
“love you sivia azizah”
“loveyou too alvin jonathan”
“kak dingin, masuk ke kamar siva aju yukk”
“yukk “ sambil menggandeng menuju kamarnya.
“vii.. biasanya kalu cwo sama cwe berduaan di kamar mereka ngapain” kata Alvin sambil tersenyum jai
l“ngapain emang?” kata via polos
“yaa ampun, masa ga tau sih”
“tau kok, kalau di kamar ya pasti tidur atau belajar”
“nahh yang pertama itu kamu benar banget”
“ouhh.. terus??”
“tidur yukk vii” kata Alvin penuh nafsu
“via ga ngantuk. Via pengen liat bintang”
“yaudah, kamu kan punya teropong bintang. Liat bintang aja yuukk”Akhirnya mereka berdua duduk sambil melihat bintang di langit
“kak” kata sivia sambil bersender ke bahu Alvin
“iyaa vi..”
“kakak cinta kan sam via?”
“pasti lah vi, kamu juga kan?
”“iyaa dong. Masa nggak?”
“mana buktinya?”
“emang gimana cara via ngebuktiinnya?” tanyanya bingung menatap Alvin.Alvin dan sivia berpandangan,
 Alvin mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sivia. Dan sepertinya sivia mengerti apa yang di maksud Alvin dengan ngebuktiin cintanya.Mata via dan Alvin beradu dengan tajam. Terhipnotis dengan suasana malam yang indah itu, sivia memejamkan matanya,.

CCUUPPPPP -THE END-

CINTA MATI (ALVIA)


Kamu takkan pernah tau betapa aku..
Memuja kamu seperti ku memuja dewa cinta.,,
Kamu nanti pasti kan menyadarinya..
Saat aku tak lagi ada
Cinta ini cinta yang tak perlu..
Mendapatkan balasan cinta.,.
Meski hatiku perih menahan cinta yang terluka..
Cinta yang buat ku luka
Cinta yang buat ku bertahan..
Meski ada air mata


Gue di sini hanya bisa mandangin loe dengan tatapan cinta gue,yang mungkin belum cukup nyadarin loe kalau gue cinta sama loe. Gue tau gue cuman seribu dari cewek yang suka sama loe, tapi gue merasa begitu yakin.
‘’aaaallllvvvviiiiiinnnnn..,, go alvin go alvin go alvin..’’
‘’aaalvviinnn..,, keren bangeeett’’
‘’alviiinnn..i love you’’
Begitulah teriakan para cewek, gue pengen juga teriak kek mereka, tapi tubuh gue terasa kaku, tak mampu berbuat apa apa. Alvin andai loe tau kalau gue bener-bener cinta loe, bukan hanya sekedar mengagumi.
Entah gue yang udah ke’GRan duluan atau apa?? Alvin mendekat kearah gue. Ya ampun apa gue salah lihat? Alvin senyum ke arah gue. Gue celinguk celinguk., di samping gue ada orang tua, masa alvin senyum ke arah mereka. Saat ini gue bener bener gak bisa bergerak, kaku dalam jantung yang begitu cepat berdetak, alvin ada di depan gue.
‘’ via mau gak loe jadi cewek gue’’
‘’hah?’’ gue kaget setengah mampus, gimana bisa gak coba? Orang yang selama ini gue cintaan nembak gue dengan tiba-tiba.
‘’via? Gimana jawaban loe??
‘’hmmm.. tapi vin, kenapa loe tiba-tiba nembak gue?’’ tanya gue yang masih bingung.
‘’karena sejak dulu gue terus memperhatikan loe, tapi loe nya terus aja malingin muka ke gue, di pertandingan ini gue udah berjanji, kalau gue menang  gue bakal nembak cwek yang gue cinta’in dan untuk itu kemenangan ini gue persembahkan buat loe’’
gue bukan menghindar diri loe vin, tapi takut kalau cinta gue loe tolak jawab gue dalam hati, saat ini gue masih belum bisa jawab pertanyaan alvin.
‘’via, kok diem?? Loe nolak gue? Gue emang gak pantes buat loe? Sorry vi kalau selama ini gue mencintai loe. Mungkin loe adalah cwek pertama dan terakhir yang bakal gue cinta’in, karna cinta mati gue hanya untuk loe.”
Masih dalam keadaan diam gue gak bisa jawab pertanyaan Alvin, vin gue juga cinta sama loe, tapi apa loe mau terima gue.
“via, yaudah kalau gak maU terima,yang penting gue selalu cinta sama loe’’
Tanpa mendengar jawaban dari gue Alvin berpaling dari wajah gue
‘’vin..,,’’ jawab gue mulai  bias bicara dalam kekakuaan… andai lavin tau gue juga cinta dia. Alvin pun berlalu meninggalkan sivia..
RUKA V.o.p
ALVIN GUE JUGA CINTA LOE teriak sivia, seketika itu Alvin berhenti dan berbalik lari memeluk sivia. Tampak raut bahagia di wajah Alvin..
‘’hehehe udah vin, gue malu sama orang-orang’’ di lihat Alvin banyak yang menonton adegan bahagia mereka tersebut.
 ‘’biarin lah, mereka mungkin sirik. Via..’’ kata Alvin sambil memegang tangan sivia
 ‘’loe janji sama gue buat jadi yang terakhir dalam hidup gue”
“iya vin, gue janji..”
 “makasih vi, ohh yaa.. sekarang kita manggil nama aja yaa? Biar lebih enak”
 ‘’hee iya Alvin sayang’’.
Cup tiba-tiba aja pipi sivia di cium Alvin, tampak warna merah merona di muka alvia.
‘’alviiiinnn..’’ rengek via manjanya.. Alvin cuman nyengir saja.
‘’gapapa donk, via kan udah resmi jadi cintanya Alvin’’
 ‘’alvin gombal ihh’’
‘’yaudah, pulang yuk vi, ntar malam Alvin mau jemput via’’
‘’mau kemana?’’
‘’ada aja, dandan yang cantik yaa’’
……..
Malam itu sivia berdanadan sederhana namun tetap kelihatah sangar cantik dan anggun. Begitu pula Alvin kelihatan sangat keren. Jam 7 malam Alvin menjemput via di rumah.
Tokk tok tok
‘’ehh tante, via nya ada?’’
‘’maaf kmu siapanya via yaa nak?’’
‘’via belum cerita tan? Saya Alvin, cowo nya via!’’ kaku Alvin dengan jujur.
‘’oohh.. jadi kamu yang namanya Alvin yang di ceritain via tadi siang? Cakep juga yaa. Ya udah masuk dulu, tante panggilin vianya’’
‘’viaaaa, ini Alvin sayang. Cepatan turun,”
“iya maa, bentar lagi via turun” kata via dan bergegas menuruni tangganya. Alvin tampak begitu terpanah dengan sivia.
“ehhh kok bengong aja vin? Katanya mau ngajak jalan?”
“eehh iya vi, sorry.. yukk mari tuan putri sivia sayang” kata Alvin lalu mempersilahkan sivia menggandeng tangannya lalu mereka pergi bersama.
Saat di jalan mata mereka berdua hanya diam mengikuti alunan music dari radio yang ada di dalam mobil Alvin.
“via. via cantik deh hari ini, semoga hari ini bukan menjadi hari terakhir Alvin liat sivia yaa?” kata Alvin membingungkan.
“Alvin ngomong apa sih? Alvin sama sivia ga bakal pisah kok, via yakin itu”
“semoga yaa vi” kata Alvin dengan raut wajah Nampak sedih.
Sivia hanya tersenyum menanggapi perkataan Alvin tadi. Keheningan pun kembali terjadi di antara mereka, dan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Jurang ya kini mereka berada di jurang, sivia tampak kaget kenapa Alvin membawanya ke jurang. Apa yang akan di lakukan Alvin?
“vinn.. kok kita ke sini?” saat di Tanya itu tatapan Alvin pada sivia tampak aneh
“sivia” kata Alvin tajam pada sivia., sementara sivia sudah mulai ketakutan
“via, sivia cinta kan sama alvin” kata Alvin mulai mendekati sivia lagi. Sementara sivia dia mulai ketakutan
“iyyaaa.. sivia cinta kok  sama  Alvin” kata via perlahan  berjalan ke belakang dan semakin mendekat dengan bibir jurang itu
“kalau begitu, kita harus mati berdua” kata Alvin tajam pada sivia seperti  psikopat.
“maksud Alvin apa?’’ kata sivia mulai ketakutan
“iayaa kita berdua harus mati bersama. Alvin cinta sivia dan sivia cinta Alvin”
“alllviiinn… kenpa sih, Alvin kenapa? Sadar Alvin sadar” kata sivia mencoba menydarkan Alvin. Dan langkahnya terhenti saat iya benar-benar berada di ujung tepi jurang itu
“sivia harusikut Alvin kemana saja, Alvin pengen sivia ikut ke surga”
“alvvvvvvvvvvvvvviiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn sadar vin” kata sivia mulai memejamkan matanya dia pasrah kalau Alvin akan mendorongnya jatuh ke jurang itu.
DEGG bukannya mendorong sivia ke jurang Alvin malah memeluk sivia erat.
“maaf vi, maaff jangan tinggalin alvin yaa vi?” kata Alvin saat memeluk sivia erat. Dengan perlahan sivia membuka matanya.
“Alvin” lirih sivia pelan
“maaf ya vi kalau tadi Alvin sempet bikin sivia  takut. Alvin  cuman mau ngetes seberapa benar sivia  cinta sama alvin”
“ishhh.. kalau ngetes sih gapapa. Tapi ini bikin sivia mau mati tau”
“hehe maaf deh, sekarang Alvin mau nagajak sivia makan dulu yaakk”
Akhirnya Alvin pun mengajak sivia ke tempat yang tak jauh dari sana. Tempat yang indah. Tempat yang sudah di persiapkan Alvin. Mereka  duduk di tepi sungai yang di aliri air yang jernih. Hanya dengan penerangan sebuah lampu dan bulan purnama serta bintang-bintang menambah suasana romantic mereka.
“alviinn.. romantic banget vin,. Alvin nyiapin ini buat sivia yaa?”
“bukan” kata Alvin sengit
“ya udah kalu bukan buat sivia, mending sivia pergi aja” kata sivia mulai beranjak pergi
“ettsss. Mau kemana vi?” kata Alvin menahan via dan memegang tangannya.
“mau pergi lah” ngambek via
“Alvin kan nyiapin ini buat orang yang paling alvin sayang, buat orang yang Alvin cinta dan buat orang yang selalu Alvin rindukan” gombal Alvin. Sivia cuman tersenyum
Mereka pun makan bersama, menikmati hidangan yang sudah Alvin persiapkan terlebih dahulu.
“lho vin, kok ga di makan sih?” kata sivia yang bingung melihat Alvin yang sedari tadi bingung cuman menatap makanannya.
“suapppiiinnnn” manja Alvin

“hehehe…  guth aja repot bilang kek dari tadi kalu mau”
“abisss, via gag bisa sedikit romantic apa sam Alvin?” kata Alvin manyun
“ini, aaaaaa” kata via member aba-aba untuk menyuapi Alvin makanannya.
“ihhhh….sivia so sweeett dehh” genit Alvin
“apaan sih Alvin , kea banci aja”
“haha “ Alvin hanya tertawa. Sementara sivia, dia manyun dan kesal lalu memakan makanan itu dengan sangat lahapnya
“hahahaha.. via, tadi kan Alvin janji mau habisin malam ini sama via, abis makan kita ke pantai yaa vi” ajak Alvin
“ya udahh, udah selesaikan makannya. Kita berangkat aja yaa vin.”
“yukk” kata Alvin berdiri mendekati via dan mempersilahkannya untuk menggandeng tangannya, via pun menyambut itu dengan senang hati.
Mereka berjalan menuju mobil Alvin, saat berjalan via menggandeng tangan Alvin dan kepalanya di sandarkan pada bahu Alvin *pasti ga ngerti dah*
Dalam perjalanan mereka hanya ngobrol-ngobrol kecil tentang masa kecil masing-masing. Sesekali  mereka tertawa bersama saat mengingat masa lalu masing-masing. Malam yang indah buat mereka. Dan membuat sivia capek, hingga dia mengantuk. Apalagi ini udah jam 11 malam.
“udah sampai, turun yuuk” kata Alvin menghentikan mobilnya. Tak ada jawaban dari sivia, dia tertidur di mobil.
“jiaaahh malah tidur” gumam Alvin sendiri. Dia melihat via begitu pulas tertidur. Alvin menatap tajam kearah sivia, dia sangat terhipnotis dengan kecantikan sivia. Alvin mulai mendekatkan wajahnya pada sivia.
Matanya masih menatap tajam ke arah sivia, wajahnya pun semakin dekat. Deru nafas sivia begitu terdengan di telinga Alvin, jantungnya pun berdetak dan tak bisa diam *iyalah,diam mati dong*. Bibirnya pun sudah gatal menuntut sesuatu, jaraknya hanya tinggal  beberapa mm.
Ini mungkin adalah ciuman pertama mereka, yaaahh sayang sekali.. ternyata Alvin tak berhasil mencium bibir sivia *bahasa gue*. Saat jarak mereka akan menyatu, via keburu bangun dari tidurnya dan mengurungkan niatnya tadi.
“ehhh sudah sampai yaaa vin, via ketiduran tadi. Hehe” cengir via
“eh..ehh.ii..yya..aaa vi hehe” kata Alvin menggaruk kepalanya yang tak gatal gara-gara salting kejadian tadi
“kenapa Alvin gugup?” Tanya sivia bingung
“engg.. enggak papa kok” cengirnya lagi
“ouhh.. aneh deh”  gumam sivia
“yaudah turun yukk sayang”.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju bibir pantai. Debur ombak menjadi pengganti pembicaraan di antara mereka *apadah*. Mereka terdiam dan hanya duduk di pasir dan mendengarkan deburan ombak itu.
Sivia duduk bersandar di bahu Alvin, mereka terdiam dalam pikiran masing-masing.
“vin” kata sivia memecah keheningan
“iyaa vi” kata Alvin.
“liat deh bulan itu vin, kalau malam kan dia bersinar terang banget, terus siang bulan pergi, menghilang. Kalau seandainya aku kea bulan itu gimana vin?” Tanya sivia
“via ngomong apa sih vi? Alvin nggak ngerti ahh” tanyanyabingung sambil menatap sivia
“maksud via, kalau via udah gak ada lagi besok gimana? Alvin mau cari pengganti via nggak? Kan kalau bulan yang hilang gantinya matahari” terang via
“gaak, Alvin gak bakal cari pengganti. Justru Alvin akan mencari bulan itu kemana aja, bulan itu nggak hilang vi, dia hanya bersembunyi di balik siang. Dan mencari tempat yang lain, kan kalau di sini siang, di Negara lain malam, jadi bulannya ada di situ, Alvin bakal ke sana ngikutin kemana bulan pergi, karena Alvin gak mau pisah sama sivia. Akvin sayangdan cinta sama sivia” kata Alvin panjang lebar.
“kalau Alvin capek gimana?” kata via lagi
“Alvin gag mungkin capek kalau itu semua buat sivia”
“makasih yaaa vin” katanya lantas memeluk Alvin. Alvinpun membalas pelukan sivia dengan hangat. Setelah itu dia kembali menatap sivia, dan memegang dagu sivia dengan jari-jarinya.

Mata mereka saling bertemu dan beradu membuat jarak diantara mereka semakin dekat. Sivia mulai memejamkan matanya, Alvin pun juga. Mereka terdiamsejenak merasakan kasih sayang di antara mereka. Membiarkan jantung mereka berolahraga sebentar. Tak ada jarak saat ini yang memisahkan mereka. Mereka seperti berada di nirwana cinta terindah dan langit ke 7. Tak ingin semua berakhir, tapi karena capek naik ke atas langit ke 7, mereka berhenti dan tersenyum malu.
“maaf vi” kata Alvin malu dan wajahnya sangat merah, sama halnya pun dengan sivia wajahnya juga sangat merak kea lobster goreng .
“hmmm…” kata via mengangguk kecil dan tersenyum.
“sivia cinta Alvin, selamanya” kata sivia tiba-tiba
“Alvin juga kok” kata Alvin membalas ucapan sivia
Kesunyian pun terjadi kembali di antara mereka. Tidak terasa sekarang sudah jam 3pagi.
“makasih yaa vi buat malam ini” kata Alvin. Sivia tidak menjawab dia hanya terdiam dalam pelukan Alvin
“kamu tidur yaaa vi?. Pasti capek. Kita pulang sekarang aja yaaa” katanya lalu membangunkan sivia
“viaa.. sayang bangun, kita pulang yukk” kata Alvin lembut sambil membangunkan sivia
“vi..bangunn..” sivia masih terpejam dan tak sedikitpun bergerak
“tangan kamu udah dingin kea gini, kita pulang yukk” kata Alvin again
“vi..viiii.. kamu kenapa?” kini alvin sudah mulai khawatir dengan sivia
“banguunn vi.. banguuuunn vi.. jangan bercanda” katanya sangat cemas
“viiiii” Alvin pun menggenggam tangan sivia dan dia merasa denyut nadi sivia tak bergerak
“viiaaaaa.. kamu kenapa? Viii bangun vi, bangun” katanya mengguncangkan tubuh via yang sudah kaku dan tak bernyawa
“viaaaaaaa jangan tinggalin akuuuu.. bangun viiiii” katanya memeluk tubuh sivia yang dingin seperti es
“viaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriak Alvin.

***
Hari ini pemakaman sivia, Alvin tampak sokk, Karenabaru sehari dia bersama sivia dan merasakan indahnya hari bersama sivia harus berkhir dengan seperti ini.
Kita manusia tak bisa menduga kapan kita harus pergi
Saat pergi hanya kenangan yang tersisa
Tubuh yang kaku dan dingin
Takkan ada seorang pun yang mampu melawan takdir itu
Tangisan hanya sebuah tanda kehilangan
Dan tangisan takkan mampu mengembalikan semua
Takkmudah melepas orang yang kita cintai
Yang membuat hidup berarti
Goresan hati di tuangkan dalam air mata yang keluar
Tak ada lagi yang menyeka air mata kita
Saat hati benar-benar tak percaya
Namun kenyataanya kita harus berpisah
Sayangilah semua orang yang menyayangimu
Dan ikhlaskan saat mereka pergi dan ingin bahagia

Takka ada tangisan yang keluar di mata Alvin, dia hanya menatap kosong ke arah makam gadisnya itu. Hanya melihat dan mendengar isakan tangisan dari seorang ibu di sampingnya. Semua yang ada di sana menadahkan tangannya dan berdoa agar sivia bisa tenang.
Alvin yang tak sanggup lantas pergi dari acara pemakaman, dia berjalan memandang lurus ke depan yang sebenarnya tak punya arah tujuan. Dia tak melihat sekelilingnya dan…
BRUUKKKKKK
Tubuh Alvin terpental saat tertabrak sebuah mobil, darah segar mengalir dari hidung dan mulutnya.
Ini adalah takdir mereka
Takdir yang sudah tertulis
Takdir yang menyatukan mereka
Takdir yang memisahkan mereka
Dan takdir yang menyatukan mereka kembali
“alviiinnn ikut sivia yaaa” kata gadis cantik itu
“iyyaaaa.. Alvin kan sudah janji sama via bakal selamanya bersama dan ikut ke mana aja via pergi”
“yukkk vin, ikut via ketempat yang indah” kata gadis itu mengulurkan tangannya.
Mereka pergi bersama ke tempat yang indah dan damai. Tempat yang takkan ada lagi kekejaman dunia ini.
SELAMANYA DAN KAPANPUN ALVIN AKAN SELALU BERSAMA SIVIA.
KARENA ALVINDI TAKDIRKAN UNTUK SIVIA.


THE END