Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2011

CERPEN #hbdsivia14


“kak Alvin, kita ketemuan yaa di tempat biasa, ada yang mau via omongin” kata seorang perempuan
“iyaa, penting ya vi??
”“iyaaa kak, via tunggu yaaa”
“sippp.. sampai ketemu yaaa peri Alvin… love you,, muachh”
“love you to kaak.. dahh”
Tuuutt tuutttt tuutttSambungan telefon di putus sivia. Alvin dan sivia adalah pasangan kekasih. Mereka berdua pacaran sudah 3 tahun. Sivia mengenal Alvin saat baru masuk di sma nya, Alvin adalah kakak kelas sivia dan pertemuaan serta kejadiaan yang terjadi saat mos membuat benuh-benih cinta di antara mereka.Mereka berdua pasangan yang serasi dan banyak yang iri kepada mereka. Sekarang Alvin sudah kuliah di uneversitas tekhnologi bandung (ITB).
Sementara sivia sendiri masih di sma dan sebentar lagi akan memasuki universitas. Ada satu rahasia yang sivia sembunyikan kepada Alvin, dan mungkin hari ini dia akan mengatakannya.
*****
Sivia sudah lama menunggu Alvin di meja no 7, dia dan Alvin janjian di sini, di café milik oma Alvin. Sejak tadi dia menuggu ke datangan Alvin namun tak muncul juga.
“ihhh,.. kak Alvin kebiasaan banget sih ngaretnya. Ini udah gondok nungguin. Ga tau apa ini lagi penting juga”
 omelnya dalam hatiSudah hamper setengah jam sivia nunggu Alvin, tapi tak datang juga.
“adduuuudduuhh… sorry ya vi, lama nunggu. Tadi si ify ganggu trus macet juga di jalan”
“kakak tau ga berapa lama aku nuggu?? Kak Alvin malah mentingin aku di banding ify. Isshhh”  kata via lalu memelingkan wajah kepada Alvin
“via sayang, jangan ngambek dong. Kamu tau sendiri kan ify gimana? Manjanya minta ampun, mending tadi kak Alvin nurutin dia. Dia mau ikut kak Alvin”“ouhh kenapa sekalian ga di bawa aj ify nya kak?” jawab via dengan judesnya
“jangan ngomongin itu ahh. Katanya kamu mau ngomong penting??”
“ngalihin pembicaraan nih??” kata via
“ga sayang, soalnya kak Alvin ga mau bahas ini. Kan abis nemuin kamu kak Alvin mesti cepet-cepet ke kampus” cengir Alvin
“udah ahhh.. kak Alvin ga usah tau. Pergi ajake kampus sana”
“yaaahh via kok ngambek sih?? Mau coklat?” kata Alvin berusaha merayu sivia
“gag mau” manyun via“es krim?” tawar Alvin lagi
“gag”
“kue?”
“gag”
“baju?”
“gag”
“sepatu”
“gag”
“jam”
“gag”
“cium???”
“apaan sih..” kata sivia manyun.
“haha abisnya semuanya pada gag mau, siapa tau via minta cium kak Alvin”
“udah, via pergi nih” katanya berlalu meninggalkan sejumlah uang dan meninggalkan Alvin dari meja itu
“yaaahh via beneran ngambek” Dengan segera Alvin menyusul via keluar café dan dia melihat via membuka pintu mobilnya. Dengan cekatan Alvin langsung masuk mobil itu dan duduk di depan mendahulaui sivia
“ihhh gag sopan”  gumamnya sendiriDengan terpakasa dia tak jadi menyetir sendiri dan membiarkan Alvin menjadi supirnya sebentar.
*****
Alvin menjalankan mobil itu menuju rumahya sivia.
“via, kamu bisa nggak jangan kea anak kecil githu?”
“siapa yang kea anak kecil? Dari dulu via emang gini kok! Ouhh atau kak Alvin udah ga tahan sama aku githu?
”“ga vi, kak Alvin itu sayang sama sivia”
“lah terus? Harusnya bisa nerima kekurangan via dong?”
“sekali kali via ngertiin kak Alvin juga dong”
“ngeluh ceritanya?“via. Please dong ahh.. jangan kea gini terus? Kak Alvin paling ga tahan kalau via jutekin gini”
“yaudah kita putus aja” kata via tiba-tiba dan mengagetkan alvinhingga membuatnya ngerem mendadak
“aduuhh.. hati-hati dong kalau nyetirnya” kata via sambil memegang jidatnya yang sakit gara-gara kebentur”
“via.. kamu ga salah ngomong kan yang tadi? Kamu kenapa tiba-tiba pengen putus?”
“iya via serius. Via gag mau ngebebanin kak Alvin lagi, via ga mau nyusahin kan Alvin lagi. Lagian juga via mau..” perkataanya terpotong
“via, kak Alvin ga mau putus. Kak Alvin udah cinta mati sama kamu vi, kamu kenapa ? apa ada cwo laindi hati kamu?”
“ga. Ga akan pernah ada laki-laki lain. Aku sayang kak Alvin,dan aku pengen kak Alvin bahagia gag tersiksa seperti ini” kata via
“kamu bahkan nyiksa kak Alvin kalau kita putus. Please vi, kamu kenapa jadi minta begini”
“kak Alvin bakal nyiksa diri kalau terus sama aku, karena via bakal..”
“via kenpa? Bakal apa?”
“via akan kuliah di luar negeri. Via yakin kak Alvin ga akan tahan berhubungan jarak jauh dengan via”
“lho? Bukannya kamu amu kuliah satu kampus sama kaka?”
“itu dulu kak, mama nyuruhb aku buat kuliah di jepang. Lagian menurut aku. Di jepang memang nigara baik untuk belajar desain. Dari dulu via pengen jadi desaigner kan kak? Please kak, kita putus aja”
“ga vi, kaka Alvin ga mau putus. Kak Alvin bakal lakuin kalua memang kita harus berhubungan jarak jauh”
“tapi aku takut kak Alvin bakal selingkuh sama cwe lain. Itu lebih nyakitin kak di banding kita harus putus baik-baik”
“via. Kak Alvin janji, kak Alvin ga akan pernah selingkuh. Please vi, kak Alvin sayang banget sama kamu.” Kata Alvin sambil menggengga tangan via. Semetara sivia hanya bisa tertunduk
“kamu mau kan vi?”
“kak Alvin janji?” Tanya via
“janji vi”Sivia hanya mengangguk pelan. Dia berharap semua apa yang di omongkan Alvin itu tak di ingkarinya.
“makasih vi. Kak Alvin ga akan pernah ngingkarin”
****
2 tahun kemudian (12 februari 2011)
“haloo kak Alvin, besok via mau pulang. Jemput yaa kak”
“beneran vi? Assiikkk.. pasti kak Alvin jemput,kak Alvin udah kangen banget sama via”
“hee,, via juga kangen sama semuanya. Via kan mau pulang mau ngerayain ulang tahun di sana sama temen-temen, dan ngerayain anniversary kita kak”
“pastiii.. kaka bakal ngasih kejutan sama kamu vi”
“makasih kak. Udah yaa via mau tidur, besokkan mau pulang”
“selamat tidur via. Love you”
“love you too” .Alvin sangat senang dengan kepulangan sivia nanti, keluarga via juga begitu. Mereka mengadakan pesta untuk menyambut ulang tahun sivia itu
 “Alvin nanti bantu tante yaa nyiapin pesta buat sivia”
“iyaalah tante, pasti Alvin bantu”
“sekarang kamu mau kan beliin semua barang yang ada di sini” kata mama via samba menyerahkan daftar belanjaan.
“iyaa tan. Alvin pergi dulu yaa” pamit Alvin pada calon mertuanya itu
*****
February 13, 2011
 “siap-siap jemput sivia di bandara. Yuhuuuu neng via sayang, akang Alvin datang menjemput” teriaknya di depan cermin dengan semngat. Hari ini Alvin berdandan sangat rapi untuk menjemput sivia. Dia melihat jam di tngannya dan waktunya dia pergi ke bandara.
 Dia bergegas menyambar kunci mobil di atas lemari dan segera turun ke bawah.Tapi sepertinya ada yang bakan menggangu rencana Alvin, siapa lagi kalau bukan sepupu Alvin yang manja, si ify.
“aduh, gawan nihh. Tuh cwe ngapain ke sini?”
“huaaaaaa kak Alvin, rio mutusin aku” teriaknya pada Alvin
“aduh, apaan sih pake teriak-teriak”
“kak, temenin aku pulang ke bogor kak, aku mau pulang. Aku patah hati”
“gag, sama supir aja kan bisa, lagian aku juga ada acara sama via”
“ga mau. Aku mau sama kak Alvin”
“pokoknya ga” bentak Alvin
“tanteeeee.. kak Alvin jahat” kata ify ngadu pada mama Alvin
“aduh vin, bentar deh ya temenin ify. Mama bête tau dia di sini”
“mama apaan sih, Alvin juga ga suka sama ify”
“ayolah vin, mama pusing”
“mama” manyun Alvin
“kak Alvin mau kan??”
“iya, bawel ahh loe”
“yee asikk”
“diem deh loe,cepet masuk mobil ”Dengan terpaksa Alvin mengantarkan ify pulang ke bogor. Dia ngebut di jalan karena dia sudah janji sam via, tapi spertinya dia tidak bisa menepati janji itu karena di jalan sangat macet.
Sementara sivia yang sudah lama nunggu Alvin di bandara memutuskan buat pulang sendiri dan naik taxi.BRRRAAAKKKKKSivia pulang ke rumahnya dan langsung membanting pintu.
“via. Kenapa sayang? Kok pulang langsung marah”
“huaaaaaaaa…” bukannya menjawab sivia malah menangis dan langsung berlari ke kamar atas ke kamarnya sambil menangis
“huaaaaaa… kak Alvin jahaaaattttt, viaaaa benci kak alviinn.. aaaaaaa” teriaknya ga jelasSivia terus-terusan menagis di kamarnya karena dia sangat kecewa denga Alvin.
“pasti berantem sama Alvin ini. Dasar anak muda sekarang” gumam mama via
“halloo Alvin, ke rumah sekarang yaaa” kata mam via saat menelphone Alvin
“iyaa tante”
“cepetan yaa vin”
***
“aduuhh pasti via udah pulang duluan ke rumah yaa. Mapus gue.. ya tuhan, dasar sepupu sialan” batin Alvin.Alvin menambah kecepatannya agar cepat sampai di rumah sivia. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya sivia nanti. Dia harus siap kena omelan dari sang pacar tercintanya ituTing tong
“ehh.. den Alvin, masuk den” kata pambantu rumah itu
“iyaa bi, via udah pulang??”
“iyaa den dari tadi dia pulang sambil nangisnya di kamar”
“kalau tante mana??”
“itu ada di ruang makan den”
“yaudah ya bi” Alvin pun berjalan menuju ruang makan menemui mama sivia,
“tantee” kata Alvin menyapa calon mertuanya itu
“Alvin,duduk dulu nak, makan sama kita”
“ga usah tante, makasih” tolak Alvin halus
“vin, kamu ada masalah apa sama sivia? Pulang dari bandara dia langsung nagis ke kamar”
“aduuh, gini tante, via kan minta jemput Alvin. Alvin udah pengen jemput, tapi karena ada masalah dikit Alvin telat jemput sivia. Mungkin sivianya marah”
“ouuhhh githu, vin maukan bantuin tante? Kamu kasih makan ini ya sama sivia. Sekalian kamu jelasin sama via”
“iyaa pasti tante, Alvin ke atas dulu yaa tan” kata Alvin berlalu sambil membawa makanan untuk sivia. Tokkk tokk takkk tikkk tokkk
“viaaa…’
 kata Alvin di balik pintu
“ngapain ke sini. Pergi sana, sivia ga mau ketemu” teriak sivia di dalam kamarnya
“vii, bukain pintunya dong.. kak Alvin bawa makanan buat kamu nih”
“viaa bilang pergi ya pergi” teriak via lagi
“via marah sama kak Alvin?”
“ga marah, cuman kesel aja. Via ga mau ketemu sam kak Alvin”
“taahh vi, besokkan hari special masa kamu kea gini”
“biarin”
“viaaa bukain dong” rayu Alvin
“……” tak ada jawaban siviaAlvin menyerah, dia tau betul dengan sikap pacarnya itu kalau sedang kesal ga bisa di ganggu. Kalau di ganggu via bakal malah tambah marah.
“aku pulang yaa vi… love you” kata Alvin lesu.Alvinpun berjalan lagi ke ruang makan dan dia pamit pulang. Dalam perjalanan dia terus memikirkan bagaimana caranya agar via bisa memaafkannya. Dia berfikir sangat keras dan akhirnya menemukan ide
.***
Sejak tadi siang sivia hanya mengurung diri di kamar, sebenarnya dia sangat merindukan Alvin dan sudah memaafkannya.
Hanya saja gengsinya terlalu tinggi.Sekarang sudah pukul 10 malam, tapi sivia masih terbangun
“bentar lagi jam 12. Harusnya kak Alvin menjadi orang pertama yang ngucapin happy birthday. Tapi boro-boro deh, orang kak alvinnya aku marahin.”
“aduhh ihh.. via begooo.. ngapain sih pake ngambek segala. Harusnya sekarang seneng-seneng sama kak Alvin telphonan githu… aaaaaaaaaaaa..”
teriaknya dalam hati.Sivia hanya diam di kasurnya sambil menunggu telephone dari Alvin, dia berharap Alvin minta maaf dan berjanji pada dirinya sendiri akan langsung memaafkan Alvin.Sekarang pun sudah jam 11 lewat
.Kreekk kreeekk breeekk (?)
sesuatu telah mengusik lamunan sivia. Suara itu berasal dari jendela kamar sivia.
“hah? Apaan tuh?” kaget via dan mulai bejalan memeriksa  sumber bunyi itu.Sivia membuka jendelanya dengan perlahan karena dia takut kalau itu adalah setan (?).
sedikit demi sedikit pintu itu terbuka dan perlahan sivia berjalan di balkonnya itu *taulah apa namanya githu, gue ga tau*
Mata sivia terbelalak ketika dia melihat seseorang berada di depanyya.
“aa.hvcdjkhbgvdgfdjm” mulut sivia di bekap orang itu
“sssttt…. Jangan teriak nanti ketahuan mama kamu vi” ternyata orang itu adalah Alvi
n“…..” sivia tak dapat menjawab apa-apa karena mulutnya dibekap. Tapi dia mengangguk tanda menyetujui apa yang di katakan Alvin tadi.
“adukk kak. Ngapain malam-malam gini kesini”
“sstttt… bentar lagi” kata Alvin sambil melihat kea rah jam tangannya.Sivia Nampak bingung dengan tingkah laku Alvin.
Jrengg.. jam tangan Alvin menunjukan sekarang waktu jam 00.00 tepat pergantian tanggal menjadi 14 February, 2011.
“happa birthday siviaku.. I love you” kata Alvin langsung memeluk sivia
“kak alvinn” balas via karena dia terharu dengan apa yang di lakukan pacarnya itu
“maafin kak Alvin yaa vi, kak Alvin ga bisa tegas. Maaf kalau kaka punya banyaksalah sama kamu. Kak Alvin selalu sayang sivia” kata Alvin sambil mempererat pelukannya
“iyyaaa,, via juga sayang kak Alvin. Maaf kalau sivia kea anak kecil. Via sayang kak Alvin”
“love you sivia azizah”
“loveyou too alvin jonathan”
“kak dingin, masuk ke kamar siva aju yukk”
“yukk “ sambil menggandeng menuju kamarnya.
“vii.. biasanya kalu cwo sama cwe berduaan di kamar mereka ngapain” kata Alvin sambil tersenyum jai
l“ngapain emang?” kata via polos
“yaa ampun, masa ga tau sih”
“tau kok, kalau di kamar ya pasti tidur atau belajar”
“nahh yang pertama itu kamu benar banget”
“ouhh.. terus??”
“tidur yukk vii” kata Alvin penuh nafsu
“via ga ngantuk. Via pengen liat bintang”
“yaudah, kamu kan punya teropong bintang. Liat bintang aja yuukk”Akhirnya mereka berdua duduk sambil melihat bintang di langit
“kak” kata sivia sambil bersender ke bahu Alvin
“iyaa vi..”
“kakak cinta kan sam via?”
“pasti lah vi, kamu juga kan?
”“iyaa dong. Masa nggak?”
“mana buktinya?”
“emang gimana cara via ngebuktiinnya?” tanyanya bingung menatap Alvin.Alvin dan sivia berpandangan,
 Alvin mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sivia. Dan sepertinya sivia mengerti apa yang di maksud Alvin dengan ngebuktiin cintanya.Mata via dan Alvin beradu dengan tajam. Terhipnotis dengan suasana malam yang indah itu, sivia memejamkan matanya,.

CCUUPPPPP -THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar